Potensi Pasar Streetwear Lokal Masih Besar

Kepercayaan dari konsumen lokal terhadap brand lokal masih rendah. Sebenarnya sekarang kita tinggal berharap agar banyak platform untuk tempat berjualan
Asteria Desi Kartika Sari | 27 Oktober 2018 00:03 WIB
Rigio

Bisnis.com, JAKARTA-- Creative Director Rigio Sergio Berlino mengatakan potensi pasar streetwear di Indonesia sangat besar. Namun, lanjutnya, kepercayaan konsumen terhadap produk lokal masih perlu ditingkatkan. Rigio adalah salah satu label fesyen lokal yang mengusung gaya streetwear

“Kepercayaan dari konsumen lokal terhadap brand lokal masih rendah. Sebenarnya sekarang kita tinggal berharap agar banyak platform untuk tempat berjualan,” jelasnya kepada Bisnis dikutip Jumat (26/10/2018).

Tak hanya itu, dia menilai banyaknya ajang pameran fesyen juga dapat membantu untuk meningkatkan stakeholder, sehingga dapat membangun ekosistem yang baik untuk industri fesyen. Jadi, brand lokal tak kalah bersaing dengan merek internasional. Apalagi, beberapa brand ternama sekelas Louis Vuitton sudah melirik streetwear dengan kolaborasi dengan Supreme.

“Kolaborasi, menurut saya, dapat meningkatkan gairah pasar. Kami juga kolaborasi dengan Project X, dengan shoe designer tim dari Off-White. Lewat kolaborasi dunia fesyen semakin berwarna,” jelasnya.

Label fesyen lokal lain, seperti Danjyo Hiyoji bisa dibilang menjadi brand yang digemari. Desainer Danjyo Hiyoji Liza Mashita mengatakan dalam dua tahun terakhir streetwear memang tengah digemari, baik dari kalang muda hingga orang dewasa.

“Sepertinya gaya streetwear masih akan tetap bertahan 2 hingga 3 tahun mendatang, karena masih banyak orang yang ingin kelihatan muda. Streetwear kan lebih fresh young,” jelas Liza.

Dia menambahkan potensi label lokal streetwear di Indonesia masih terbuka lebar. Guna menembus potensi tersebut, lanjutnya tidak hanya kepercayaan konsumen akan brand lokal saja yang harus ditingkatkan namun juga dukungan craftsmanship seperti pembuatan baju hingga suplai bahan-bahan baku.

“Kadang craftsmanship-nya kurang mendukung, seperti suplai zipper, kancing masih perlu impor dari China,” tambahnya.

Tag : fashion
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top