Teater Koma: Pentas Mahabarata Sarat Animasi dan Multimedia

Teater Koma akan mementaskan Mahabarata: Asmara Raja Dewa 16 – 25 November 2018. Berbeda dengan pertunjukan sebelumnya, latar belakang animasi dan multimedia diyakini akan membuat penampilan panggung terkesan lebih meriah.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 07 November 2018  |  17:46 WIB
Teater Koma: Pentas Mahabarata Sarat Animasi dan Multimedia
Lakon Mahabarata bertitel Asmara Raja Dewa. Foto: akun facebook Teater Koma

Bisnis.com, JAKARTA – Teater Koma akan mementaskan Mahabarata: Asmara Raja Dewa 16 – 25 November 2018. Berbeda dengan pertunjukan sebelumnya, latar belakang animasi dan multimedia diyakini akan membuat penampilan panggung terkesan lebih meriah.

Penulis Naskah dan Sutradara Teater Koma Nano Riantiarno mengatakan animasi akan memberikan gambaran lebih terhadap penampilan pangging. Saat pementasan Gemintang Juni 2018, hanya 50% unsur multimedia digunakan. Kali ini multimedia akan digunakan seluruhnya selama pementasan berlangsung.

“Kali ini akan lebih meriah dan akan lebih disukai oleh penonton. Terlebih penampilan kali ini sesuai untuk kalangan muda,” kata Riantiarno di Sanggar Teater Koma, Bintaro, Rabu (7/11/2018).

Teknologi multimedia yang akan dipakai menggunakan 3 proyektor dengan rentang 12.500 – 25.000 lumens sehingga menjadikan pentas akan lebih berwarna dan meriah. Lakon tersebut akan mendapatkan sentuhan tata artistik, grafis hingga musik komposisi yang cukup apik.

Pimpinan Produksi Teater Koma Ratna Riantiarno mengaku lega setelah mengetahui seluruh kelengkapan di atas panggung telah disiapkan oleh tim. Seluruh tim menurutnya telah melakukan latihan selama 3 bulan dengan intensitas latihan yang cukup padat.

“Kami melakukan pendalaman naskah dan peran sehingga memberikan hasil yang cukup baik nantinya di atas panggung,” katanya.

Mahabarata: Asmara Raja Dewa menceritakan tentang Sang Hyang Wenang yang menciptakan tiga dunia yaitu dunia atas, tengah dan bawah bersama seluruh penghuninya. Setelah Hyang Tunggal lengser kemudian dapuk kepemimpinan digantikan oleh Batara Guru. Kisah ini akan menceritakan tentang Batara Guru dalam menjaga kedamaian tiga dunia yang selalu diusik oleh penghuni dunia gelap.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wayang, teater

Editor : Sutarno
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top