Nostalgia Dengan Motif Mickey Mouse

Tokoh kartun dapat menjadi memori masa lalu yang menyenangkan, salah satunya Mickey Mouse. Memori dengan tokoh ikonik itu dihadirkan dalam rangkaian desain busana yang inovatif oleh para perancang.
Asteria Desi Kartika Sari | 11 November 2018 00:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Tokoh kartun dapat menjadi memori masa lalu yang menyenangkan, salah satunya Mickey Mouse. Memori dengan tokoh ikonik itu dihadirkan dalam rangkaian desain busana yang inovatif oleh para perancang.

Desainer Didiet Maulana dan Jenahara Nasution mewujudkannya dalam pekan mode Jakarta Fashion Week 2019 di Senayan City, berkolaborasi dengan Disney Indonesia. Melalui label Ikat Indonesia, Didiet mendesain Mickey Mouse menjadi bagian dari motif tenun.

Didiet berupaya menangkap perjalanan Mickey mulai dari kelahirannya padad 1928, kemudian mengawinkannya dengan motif tenun ikat khas Tanah Air. Untuk menyesuaikan masa kelahiran Mickey, gaya hias yang diusung adalah art deco. “Kami coba terapkan ke siluet yang sangat fun, joyful, sangat easy to wear,” kata Didiet.

Menurutnya, menyatukan karakter Mickey yang ikonik dengan tenun menjadi tantangan tersendiri. Sehingga, banyak motif yang menurutnya harus diakomodasi untuk masuk ke dalam desain koleksi tersebut. Unsur keceriaan Mickey dan modernitas tetap tergambar dalam desain busana tanpa menghilangkan unsur keindonesiaan Ikat.

Hal itu ditampakan dari perpaduan kemeja lengan panjang dan celana pendek berwarna dominan biru tua dengan siluet kepala ikonik Mickey tersebar di seluruh bagian. Tak selalu dalan bentuk busana, motif yang sama juga bisa kita lihat pada ikat pinggang kain yang dipadukan dengan dress ikat nan eksotis atau scarf.

Pada beberapa busana, ikon kepala Mickey ditampilkan secara tunggal. Misalnya, tersemat pada kantung salah satu kaos. Karakter Mickey pun tetap terpancar kuat ketika dipadukan dengan koleksi busana berwarna natural yang banyak bermain dengan bahan katun itu.

“Kami ambil warna merah, seperti yang kami gunakan untuk tenun ikat. Lalu ada earth color seperti biru, coklat,” tuturnya.

Melalui 12 koleksi yang ditampilkan, Didiet mencoba membuat konsep busana urban yang bisa mengakomodasi semua pecinta Mickey lintas generasi. “Generasi muda dan orang-orang yang tumbuh bersama Mickey. Kami mau bawa keceriaan dari koleksi yang diluncurkan,” katanya.

Didiet mengaku bangga berkesempatan merancang busana berdesain Mickey Mouse. Dia mengatakan modal utama adalah riset yang komprehensif.

“Kami siapkan riset terlebih dulu tentang apa yang ingin kami tampilkan. Di luar negeri, Disney ini gandeng nama brand besar seperti Gucci. Jadi, kami seperti membawa nama negara. Kami serius saat garap riset,” tuturnya.

SUQMA

Tak hanya Ikat Indonesia, melalui label Suqma, desain Mickey Mouse juga dapat dihadirkan ke dalam busana muslim. Creative Director Suqma Jenahara Nasution mengatakan bahwa pihaknya adalah merek fesyen muslim pertama di Asia Tenggara yang berkolaborasi dengan Disney.

Koleksi yang ditampilkan dalam Jakarta Fashion Week 2019 itu didesain dengan tajuk Orchidea dengan siluet minimalis dan elegan yang dikombinasikan dengan signature pattern terinspirasi dari ikon Mickey Mouse.

Jenahara mengatakan tema Orchid atau anggrek tersebut dianggap merepresentasikan Indonesia. Tambahan motif ikonik Mickey Mouse, lanjutnya, melebur bersama kecantikan bunga anggrek lewat balutan busana.

“Ada gambar anggrek dan hidden Mickey. Anggreknya seperti membuat sebuah pattern, tapi kalau dilihat dari dekat itu ternyata Mickey,” kata Jenahara.

Koleksi Disney x Suqma banyak menggunakan bahan ringan, seperti crepe dan katun. Signature pattern dengan motif ikonik Mickey tersebar pada koleksi busana yang banyak terdiri dari scarf, top, bottom, dress, hingga celana.

Busana yang ditampilkan Jenahara kali lebih kasual siap pakai sehingga nyaman digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

 

Tag : fashion
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top