47 Seniman Ikuti Pameran Seni Rupa Kontemporer di Nusa Dua 

Sebanyak 47 seniman dari Bandung, Yogyakarta, dan Bali meramaikan pameran seni rupa kontemporer bertajuk Celebration of the Future di Gedung Art Bali-Bali Collection, The Nusa Dua.
Ema Sukarelawanto | 16 Desember 2018 13:35 WIB
Suasana pameran seni rupa kontemporer bertajuk Celebration of the Future di Gedung Art Bali-Bali Collection, The Nusa Dua. - Bisnis/Ema Sukarelawanto

Bisnis.com, NUSA DUA—Sebanyak 47 seniman dari Bandung, Yogyakarta, dan Bali meramaikan pameran seni rupa kontemporer bertajuk Celebration of the Future di Gedung Art Bali-Bali Collection, The Nusa Dua.

CEO dan Founder Art Bali Heri Pemad mengatakan pameran yang mengusung berbagai medium kekaryaan itu diikuti seniman potensial yang kelak bakal menjadi generasi berikut yang mengusung seni rupa kotemporer Indonesia.

“Pameran ini menjelaskan peran seni dalam menghasilkan jaringan pertukaran informasi yang tidak hanya membawa kesadaran atas masa lalu dan masa kini, tetapi juga memandu kita untuk meniti masa depan,” katanya seusai pembukaan pameran oleh Gubernur Bali I Wayan Koster, Sabtu (15/12/2018) malam. 

Menurut Heri melalui karya-karya media baru, instalasi, objek dan bentuk lainnya, para seniman muda ini menampilkan dialog yang berasal dari pemikiran dan ekspresi tentang nilai-nilai yang ditemukan di lingkungan sosial kita dan masa depannya. 

Ia menambahkan sebagaimana di dunia Barat dengan gerakan seni rupa avant-garde yang berperan dalam mengkonstruksi identitas budaya dan sosial, di Indonesia ada Persagi — selama masa pra-kemerdekaan — dan Gerakan Seni Baru (GSRB) pada 1970-an, yang memainkan peran dalam pergerakan kemerdekaan dan kebangsaan.

Kurator Rifky Effendi dan Ignatia Tilu menjelaskan melalui karya-karya mutakhir yang dipamerkan tersebut para seniman melukiskan bermacam peristiwa: menjelajahi yang luar biasa, dan menggali fitur-fitur tersembunyi yang di saat bersamaan, sering kali, dilakukan dengan risiko keterasingan, penghinaan dan tidak dipahami.

Rifky mengatakan para seniman yang diundang memamerkan karya seni rupa dalam berbagai media baru, instalasi, patung, objek, dan lukisan yang menampilkan isu terkini terkait seni, budaya,masyarakat, dan politik.

Ia berharap pameran ini mampu menjadi wahana baru bagi para seniman dan generasi muda untuk menghasilkan generasi yang berkontribusi menggerakkan cakrawala masa depan bagi publik global.

Pameran akan berlangsung hingga 15 Januari 2019 di AB-BC Building, Bali Collection, ITDC Nusa Dua, buka setiap hari pukul 10.00-22.00 dengan HTM Rp50 ribu per orang.

Ke-47 seniman yang diundang pameran ini berasal dari Bandung (10 seniman), Yogyakarta (17 seniman), dan Bali (20 seniman).

Mereka adalah Agung Prabowo (Bali), Agus Sumiantara (Bali), Ayu Arista Murti (Yogyakarta), Budi Agung Kuswara (Bali), Citra Sasmita( Bali), Dedy Sufriadi (Yogyakarta), Dian Suci Rahmawati (Yogyakarta), Dodit Artawan (Bali), Eldwin Pradipta (Bandung), Erwin Windu Pranata (Bandung), dan Etza Meisyara (Bandung).

Selain itu ada Geugeut Pangestu Sukandawinata (Bandung), Guntur Timur (Bandung), Hendra Priyandhani (Yogyakarta), I Dewa Ngakan Made Ardana (Yogyakarta), I Gede Jaya Putra (Bali), I Gusti Agung Bagus Ari Maruta (Bali), I Gusti Ngurah Udianata (Rahman), I Gusti Ngurah Udiantara (Yogyakarta). 

Ada pula I Ketut Teja Aswata (Bali), I Nengah Sujena (Bali), I Nyoman Arisana (Bali), I Putu Suanjaya (Yogyakarta), I Putu Wirantawan (Yogyakarta), I Wayan Suja (Bali), Iabadiou Piko (Yogyakarta), Iqi Qoror (Yogyakarta), Kadek Ardika (Bali), MA Roziq (Yogyakarta), Maharani Mancanegara Bandung), Meliantha Muliawan (Yogyakarta), Natisa Jones (Bali), Ngakan Putu Agus Arta Wijaya (Yogyakarta), Ni Luh Pangestu Widya Sari (Bali), dan Putu Sastra Wibawa (Bali).

Kemudian ada pula Putu Wirantawan (Bali), Radhinal Indra (Bandung), Rendy Raka Pramudya (Bandung), Restu Ratnaningtyas (Yogyakarta), Restu Taufik Akbar (Bandung), Ronald Apriyan (Yogyakarta), Satya Cipta (Bali), Slinat (Bali), Taufik Ermas (Yogyakarta), Theresia Agustina Sitompul (Yogyakarta), Wayan Novi (Yogyakarta), and Willy Himawan (Bandung).

Tag : bali, seni rupa, pameran seni rupa
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top