Hingga Awal Februari 2019, Penderita DBD Capai 16.693 Kasus

Angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di 34 Provinsi terus bertambah hingga menyebabkan ratusan jiwa melayang.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 05 Februari 2019  |  00:54 WIB
Hingga Awal Februari 2019, Penderita DBD Capai 16.693 Kasus
Pasien anak yang terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, Jawa Barat, Kamis (31/1/2019). - ANTARA/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA--Angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di 34 Provinsi terus bertambah hingga menyebabkan ratusan jiwa melayang.

Direktur Jenderal Pecegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Anung Sugihantono mengatakan, sejak Januari 2019 sampai dengan 3 Februari 2019, jumlah kasus DBD di 34 provinsi di Indonesia telah bertambah menjadi 16.693 kasus. Sedangkan kasus meninggal akibat DBD bertambah menjadi 169 jiwa.

Data sebelumnya pada 29 Januari 2019, jumlah kasus DBD mencapai 13.683 kasus dengan jumlah meninggal dunia 133 jiwa.

Kasus terbanyak ada di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Kupang.

"Saat ini angka terbanyaknya masih terjadi di Jawa Timur, baik kasusnya maupun yang meninggal. Salah satunya di Kediri dan Ponorogo," ujar Anung ditemui usai acara peringatan Hari Kanker Sedunia 2019 di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (4/2/201).

Dari jumlah 16.693 kasus, mayoritas atau hampir 90% kasus diderita oleh anak-anak di bawah usia 15 tahun. Komposisi terbanyak anak usia 5-9 tahun.

Menurut Anung, cara paling efektif untuk menurunkan angka kasus DBD adalah dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Oleh karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat agar menerapkan langkah PSN dengan 3M Plus.

Masyarakat diimbau untuk senantiasa menjaga lingkungan sekitarnya tetap bersih dan sehat, serta memperhatikan tempat-tempat tampungan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

“Kemarin saya mendapatkan laporan bahwa kepala dinas provinsi dan bupati di Kediri sudah melihat situasi dan kondisi di lapangan. Salah satu yang menarik ditemukan adalah jentik nyamuknya sudah ada di pagar-pagar rumah, karena di bagian rumah di sana menggunakan bambu dan jentik-jentiknya ada di sana. Sehingga memang 3M Plus ini bisa menjadi perhatian masyarakat semua," katanya.

Selain itu, langkah pencegahan lain yang bisa dilakukan adalah sebisa mungkin menghindari gigitan nyamuk, seperti tidur dengan memasang kelambu, menggunakan lotion pengusir nyamuk, dan menanam tanaman pengusir nyamuk.

Adapun untuk mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) DBD, Anung mengatakan Kemenkes sudah menyiapkan mekanisme dan sistem yang baik. Salah satu aspek penanganan yang diantisipasi pada KLB yang dilakukan adalah memastikan cairan (infus) untuk pengobatan DBD di tiap fasilitas kesehatan tersedia. Namun dia berharap agar KLB sama sekali tidak terjadi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
demam berdarah

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top