Cegah Demam Berdarah dengan Minyak Telon Antinyamuk

Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mencatat jumlah kejadian demam berdarah sepanjang 2019 mencapai 16.692 kasus. Dari seluruh jumlah kejadian tersebut, 90% di antaranya menjangkiti anak-anak. Korban meninggal akibat demam berdarah mencapai 169 orang.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 19 Februari 2019  |  12:52 WIB
Cegah Demam Berdarah dengan Minyak Telon Antinyamuk
GM Brand Portfolio Strategy & Innovation CCHC-PT Barclay Products Dahlia Yolanda, Artis Shireen Sungkar, Kepala Unit Kajian Pengendalian Hama Pemukiman (UKPHP) IPB Upik Kesumawati Hadi di acara peluncuran MY BABY Minyak Telon Plus di Jakarta (19/2/2019).JIBI/Bisnis - Tika Anggreni Purba

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mencatat jumlah kejadian demam berdarah sepanjang 2019 mencapai 16.692 kasus. Dari seluruh jumlah kejadian tersebut, 90% di antaranya menjangkiti anak-anak. Korban meninggal akibat demam berdarah mencapai 169 orang. 

Tingginya angka kejadian demam berdarah pada anak menunjukkan kurangnya upaya pencegahan terhadap penyebaran nyamuk Aedes aegypti yang dapat mengisap darah kapan saja. 

Tingginya curah hujan di Indonesia berdampak pada perkembangbiakan nyamuk pembawa virus dengue ini. Aedes aegypti mengisap darah di dalam rumah, karena mereka umumnya bersarang di dalam rumah. 

Nyamuk Aedes aegypti sangat mudah beradaptasi sehingga cepat berkembang di berbagai tempat genangan air. Itulah sebabnya pemerintah gencar menggalakkan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M plus. 

Pertama, menguras penampungan air. Kedua, menutup tempat penampungan air,  ketiga mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular demam berdarah. Keempat, melakukan upaya pencegahan lain seperti menggunakan produk antinyamuk yang aman. 

Hal ini sangat penting karena menurut kepala unit Kajian Pengendalian Hama Pemukiman (UKPHP) Institut Pertanian Bogor Upik Kesumawati Hadi mengatakan bahwa berdasarkan penelitian nyamuk Aedes aegypti mengalami perubahan perilaku adaktif.

“Jika sebelumnya nyamuk ini aktif mengisap darah di siang hari, kini dia juga aktif mengisap di malam hari. Selain itu mereka kini tak hanya berkembang di air yang jernih, tetapi juga di air berpolusi,” katanya.

Bahkan, telur nyamuk Aedes aegypti dapat hidup pada benda yang kering tetapi dalam lingkungan yang lembab.

Nyamuk ini membutuhkan darah untuk dapat bertelur. Perilaku bertelurnya juga unik yakni bisa bertelur di mana saja, di berbagai tempat yang ada genangan air. 

Upaya menekan penyebaran demam berdarah membutuhkan keterlibatan semua pihak. Sebagai upaya pencegahan Upik menganjurkan untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk dengan produk berformula khusus. Apalagi nyamuk tidak hanya menularkan dengue melalui gigitan saja, tetapi juga menurunkannya pada larva/telur nyamuk. 

 “My Baby Minyak Telon Plus dengan formula baru dengan bahan alami seperti eucalyptus terbukti dapat memberikan perlindungan dari gigitan nyamuk, sehingga orang tua bisa tenang dan anak pun nyaman,“ kata GM Brand Portfolio Strategy & Innovation CCHC-PT Barclay Products Dahlia Yolanda. 

Formula minyak telon antinyamuk My Baby juga telah teruji klinis oleh tim penelitian IPB. Upik mengatakan perlindungan minyak telon antinyamuk ini dapat mencegah gigitan nyamuk hingga 8 jam.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kemenkes, demam berdarah

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top