Belanja Sembako, Pilih Lewat Daring atau Luring?

Belanja sembako bisa dilakukan lewat daring maupun luring alias pasar tradisional atau modern. Nah, kalau menurut kamu lebih hemat lewat daring atau luring? Ini analisis dari Bisnis.com
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  11:45 WIB
Belanja Sembako, Pilih Lewat Daring atau Luring?
belanja sembako online atau offline? - Ilham Mogu

Bisnis.com, JAKARTA - Belanja kebutuhan pokok menjadi aktivitas sehari-hari bagi yang masih tinggal sendiri atau telah memiliki keluarga. Ini tips belanja kebutuhan pokok yang efektif dan efisien biar hidup semakin berkualitas.

Demi efisiensi waktu dan biaya, beberapa orang memilih belanja langsung kebutuhan satu bulan. Pasar tradisional maupun modern menjadi pilihan utama untuk belanja tersebut.

Namun, perkembangan teknologi membuat ada alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Beberapa marketplace daring kini sudah mulai menjajal pasar kebutuhan primer seperti, beras, minyak goreng, daging, telur, cabai, hingga produk sembilan bahan pokok lainnya.

Lalu, apakah kehadiran marketplace itu bisa membuat masyarakat bisa berbelanja lebih efektif ketimbang cara konvensional? Ini analisisnya.

Perbandingan Ongkos Belanja di Pasar Konvensional dan e-Commerce

Dalam melakukan perbandingan, Bisnis.com melakukan survei harga kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur dan ayam broiler, serta cabe merah keriting pada 5 e-commerce (JD.ID, blibli, Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak) dan berdasarkan harga rata-rata komoditas dari Informasi Pangan Jakarta (IPJ) merujuk harga yang berlaku di sejumlah pasar pada 18 Februari 2019. 

Untuk beras dengan merek Topi Koki Setra Ramos dengan ukuran 5kg, harganya di JD.ID Rp60.000, Blibli Rp69.000, Shopee Rp62.000, Tokopedia Rp61.825, dan Bukalapak Rp59.400. Lalu, harga beras Setra Ramos ukuran 5 kg di supermarket senilai Rp64.000.

Kemudian minyak goreng merek Bimoli ukuran 2 liter, pada harga marketplace JD.ID, Blibli, Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak masing-masing Rp20.500, Rp24.500, Rp20.800, Rp21.000, dan Rp25.100. Adapun, untuk harga minyak goreng dengan merek yang sama di supermarket senilai Rp28.000.

Harga ayam broiler di marketplace JD.ID, Blibli, Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak masing-masing senilai Rp44.000, Rp33.000, Rp36.000, Rp34.000, dan Rp40.000. Lalu, harga ayam broiler di informasi pangan jakarta senilai Rp34.571 per ekor.

Harga telur ayam per kg di kelima toko daring itu berkisar antara Rp22.700 sampai Rp27.950, sedangkan harga di IPJ Rp23.744.

Untuk cabe merah keriting, harga per kg di marketplace daring berkisar antara Rp13.200 sampai Rp48.000, sedangkan harga di IPJ sekitar Rp24.936.

Melihat dari data itu, perbedaan harga antara daring dan konvensional tidak berbeda terlalu jauh. Jika ingin mendapatkan harga murah, konsumen harus teliti mencari di berbagai platform.

Ongkos ke Pasar vs Ongkos Kirim

 

Lalu, bagaimana dari sisi ongkos antara belanja daring dengan konvensional?

Banyak yang khawatir belanja daring bisa dikenakan ongkos kirim yang tinggi. Apalagi, kalau beli beras dengan berat 5 kg. Berapa besar biaya kirimnya?

Biasanya, marketplace hanya menjual produk sembako lewat daring kepada konsumen yang satu wilayah. Tujuannya, demi menjaga kesegaran produk.

Hal itu pula yang membuat asumsi ongkos kirim tidak akan terlalu tinggi. Bahkan, beberapa marketplace memberikan promo ongkos kirim gratis. Rata-rata ongkos kirim belanja sembako di marketplace berkisar Rp0 sampai Rp25.0000.

Sementara itu, ongkos belanja konvensional bisa dibilang tidak berubah dari waktu ke waktu. Beban ongkos belanja konvensional akan mengikuti tarif transportasi umum atau daring, serta perkembangan harga bensin.

Jadi, kalau di rata-rata pengeluaran ongkos bisa Rp20.000 sampai Rp75.000 tergantung dari jarak jauh-dekatnya ke pasar.

Jika dikalkulasikan, belanja secara daring dan konvensional hanya berbeda tipis. Bisnis menghitung total belanja di marketplace ditambah ongkos kirim berkisar Rp148.800 sampai Rp214.050, sedangkan belanja secara konvensional memakan biaya Rp195.241 sampai Rp250.241.

Keunggulan dan Kekurangan

 

Perbedaan yang mencolok baru nampak ketika dilihat dari aspek lainnya. Berbelanja sembako di toko daring tentu jauh lebih menghemat waktu karena tidak perlu ke pasar atau supermarket. Konsumen cukup mengandalkan gawainya untuk memesan apa yang ia butuhkan. 

Apalagi, toko daring juga sering mengadakan promo sehingga bisa mendapatkan harga barang lebih murah.

Sayangnya, belanja lewat daring memiliki beberapa kelemahan seperti, tidak bisa mengecek kondisi barang sampai ada risiko barang rusak ketika proses pengiriman. Belum lagi, jika pesannya kesiangan baru bakal sampai keesokan harinya.

Di sisi lain, belanja secara konvensional juga tidak melulu ribet. Ada beberapa keuntungan belanja konvensional yakni, bersosialisasi dengan para pedagang, bisa nawar harga, sampai bisa memilih produk dengan kualitas terbaik.

Walaupun, ada beberapa kekurangan yakni, harus memiliki waktu untuk berbelanja dan memiliki tenaga lebih.

Kalau kamu termasuk geng belanja sembako daring atau konvensional nih?

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
belanja online

Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top