1.500 Para Praktisi Kesehatan Hadiri Pertemuan Ilmiah Tentang Hipertensi

Indonesia Society of Hypertension (InaSH) kembali menggelar scientific meeting untuk membahas isu krusial tentang penyakit hipertensi.
Eva Rianti
Eva Rianti - Bisnis.com 22 Februari 2019  |  14:45 WIB
1.500 Para Praktisi Kesehatan Hadiri Pertemuan Ilmiah Tentang Hipertensi
Ilustrasi - Wowamazing
Bisnis.com, JAKARTA -- Indonesia Society of Hypertension (InaSH) kembali menggelar scientific meeting untuk membahas isu krusial tentang penyakit hipertensi.  
 
Event tahunan yang bakal diadakan pada 22--24 Februari 2019 tersebut merupakan yang ke-13 kalinya diselenggarakan oleh InaSH. Kali ini, InaSH akan mengangkat tema "Global Risk Managenent in Hypertension". 
 
Ketua Panitia 13th Scientific Meeting of Indonesia Society of Hypertension (InaSH) 2019 Djoko Wibisono mengungkapkan, tema tersebut dipilih agar masyarakat Indonesia dan dunia semakin sadar dengan bahaya hipertensi sebagai faktor risiko untuk penyakit lain, seperti stroke, jantung, dan ginjal sehingga membuat angka kejadian morbiditas dan mortalitas semakin tinggi. 
 
"Tahun ini, sebanyak 1.500 peserta yang terdiri dari para praktisi kesehatan yang tergabung dalam beberapa organisasi profesi," ujarnya dalam konferensi pers 13th Scientific Meeting of Indonesia Society of Hypertension (InaSH) 2019, Jumat (22/2/2019). 
 
Diantaranya, lanjutnya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki),  dan Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi). 
 
Nantinya akan ada sebanyak 6 pembicara dari luar negeri, salah satunya adalah Alta Schutte, President of International Societt of Hypertension dan 50 pembicara atau moderator dalam negeri. 
 
Dalam kesempatan yang sama, President InaSH Tunggul D. Situmorang mengatakan, salah satu pokok pembahasan pada pertemuan ilmiah tahun ini adalah tentang konsensus penatalaksanaan berdasarkan penelitian di seluruh dunia dengan menyesuaikan dengan kondisi di Indonesia. 
 
"Tujuan utama konsensus tentu saja agar diagnosa hipertensi harus dilakukan secara benar dan tekanan darah border-line harus dikonfirmasi dengan mengecek tekanan darah di luar klinik/rumah sakit," tuturnya. 
 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hipertensi

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top