Saraf Terjepit Tak Selalu Harus Dioperasi

Saraf terjepit yang terjadi di bagian tulang belakang cukup umum terjadi. Keadaan ini disebut dengan hernia nucleus pulposus atau HNP.
Tika Anggreni Purba | 21 Maret 2019 11:32 WIB
Saraf tulang belakang. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Saraf terjepit yang terjadi di bagian tulang belakang cukup umum terjadi.  Keadaan ini disebut dengan hernia nucleus pulposus atau HNP.

Ketika seseorang mengalami HNP, bantalan diskus yang terletak di antara tulang belakang keluar dari posisinya sehingga menekan atau menjepit saraf yang ada di sekitarnya.  Untuk mengenali HNP seseorang dapat merujuk pada sinyal nyeri yang terjadi pada bagian tulang belakang.

“Dokter akan mengumpulkan gejala dan tanda tadi melalui wawancara medis, dan pemeriksaan fisik,” kata dokter spesialis saraf Henry Riyanto Sofyan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. 

Henry menjelaskan, bahwa tingkat keparahan HNP dibagi menjadi tiga tahap. Tahap awal, seseorang merasakan nyeri yang merambat yang disertai rasa baal. Kemudian, pada tahap menengah, HNP ditandai dengan nyeri segaligus gangguan pergerakan motorik di lengan atau tungkai. 

Pada tahap lanjut, HNP menyebabkan gangguan pergerakan motorik lengan dan tungkai disertai gangguan saraf otonom yang mengganggu kerja tubuh untuk berkeringat, buang air kecil, dan sebagainya. Paling parah, keadaan ini dapat berakhir pada kelumpuhan. 

Henry mengatakan bahwa HNP sering terjadi pada kelompok usia 30-50 tahun, umumnya pria lebih rentan.

Faktor risiko terjadinya HNP adalah merokok (sebagai penyebab perusak struktur diskus), predisposisi genetik, indeks massa tubuh yang berlebih, aktivitas atau olahraga dengan menahan beban.

 “Postur tubuh yang buruk dan berlebihan dalam mengendarai motor juga memicu,” tambah Henry. 

Apabila sudah terjadi, penderita HNP harus diterapi. Pertama, bisa dilakukan dengan terapi obat analgesik untuk menghilangkan rasa nyeri atau obat pelemas otot yang diresepkan dokter.

“Beberapa kasus membutuhkan terapi injeksi pada hernia untuk mengurangi peradangan,” katanya.

HNP juga bisa ditangani dengan terapi fisik dan rehabilitasi untuk memperbaiki postur tubuh dengan brace atau korset.  HNP tidak selalu harus ditangani dengan operasi. Tindakan ini baru diperlukan apabila saraf terjepit tidak merespons terapi-terapi awal tadi.

 “Operasi biasanya dilakukan untuk mengambil isi diskus yang menonjol tadi,” kata Henry. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
saraf, sakit

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top