Wakai Tak Hanya Sekadar Fesyen

Nuansa yang dihadirkan pada setiap desain dan gerai sepatu Wakai, sering membuat masyarakat menganggap label fesyen tersebut berasal dari Jepang.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 21 April 2019  |  00:13 WIB
Wakai Tak Hanya Sekadar Fesyen
Peluncuran produk Wakai Plush di Ground Floor Unit 10, E-Walk Balikpapan. - JIBI/ Fariz Fadhillah

Bisnis.com, JAKARTA - Nuansa Jepang yang dihadirkan pada setiap desain dan gerai sepatu Wakai sering membuat masyarakat menganggap label fesyen tersebut berasal dari Negeri Sakura.

Apalagi nama Wakai menggunakan bahasa Jepang yang berarti anak muda.  Padahal, Wakai merupakan salah satu brand asli Indonesia.

Strategi bisnis dengan mengangkat spirit of Japan pada brand sepatu ini ternyata berhasil menjadikan Wakai sebagai tren dan langsung diterima masyarakat sejak kali pertama hadir pada 2012.

Wakai secara konsisten menjaga kualitas dan mutu pada setiap pengembangan produk. Desainernya pun selalu menghadirkan produk dengan desain khas yang terinspirasi dari Jepang.

Permata Yudha, Senior Product Design Manager Wakai mengatakan konsep awal yang dibawa memang bukan sekadar produk fesyen tetapi menciptakan brand dan sebuah pengalaman yang unik.

“Kami ingin ketika pelanggan datang ke gerai untuk berbelanja, mereka bukan hanya mendapatkan sepatu berkualitas tetapi pengalaman berbeda. Ini kami wujudkan melalui wewangian yang khas, serta tampilan gerai yang memanjakan imajinasi visual pelanggan,” ujar Yudha.

Untuk terus bersaing di tengah ketatnya industri alas kaki, Wakai selalu berinovasi, baik dari sisi produk, tampilan gerai, hingga strategi pemasaran dan branding.

Salah satu inovasi yang dilakukan Wakai adalah mengembangkan produk baru. Salah satunya dengan meluncurkan Uwabaki, sebuah inovasi sneakers tali, pertama yang dihadirkan Wakai pada akhir 2017. Sneakers ini keluar dari pakem slip on dengan kain kanvas yang selama ini menjadi ciri khas Wakai.

Tak berhenti di situ, Wakai kemudian meluncurkan model terbaru yang diberi nama GYOU pada 2018, sebuahshock sneakers bergaya future classic.

Sepatu ini seolah menunjukan identitas baru yang dianggap sebagai evolusi slip on khas Wakai dengan tetap mempertahankan kenyamanan, desain yang simple dan stylish, serta easy to wear.

GYOU termasuk salah satu produk limited edition yang dikeluarkan Wakai karena hanya dijual di 16 gerai offline dan dua toko online. GYOU terdiri dari tiga pilihan warna yakni biru navy, hitam, dan abu-abu dengan harga sekitar Rp649.000.

Selain itu, Yudha menyadari bahwa saat ini tren fesyen tengah mengarah pada kolaborasi. Hal ini membuat Wakai terus berkolaborasi dengan sejumlah desainer untuk mengeluarkan produk limited edition yang diminati pasar.

Biasanya, setiap desain limited edition hanya diproduksi sekitar 600 pasang per satu model sepatu. Sementara itu, untuk edisi regular, Wakai rutin meluncurkan sekitar 11 hingga 14 model baru setiap musim (Spring-Summer dan Fall-Winter) dengan kisaran harga mulai dari Rp449.000 hingga Rp799.000.

“Autentisitas dan kreativitas yang tertuang pada setiap produk Wakai, serta kenyamanan yang ingin selalu dihadirkan menjadi keunggulan kami, tentu dengan harga yang terjangkau,” ujar Yudha.

Dari sisi pemasaran, Wakai memiliki dua channel distribusi baik online maupun offline. Untuk offline saat ini, brand tersebut memiliki lebih dari 50 gerai yang tersebar di 16 kota di Indonesia.

Sementarauntuk mendapatkan produk Wakai secara online bisa ditemukan di situs belanja onmezzo.com dan sejumlah e-commerce lainnya.

Tidak hanya di dalam negeri, rupanya produk Wakai sudah ekspansi hingga ke berbagai negara di Asia. “Saat ini kamu sudah ekspor ke Malaysia dan Singapura. Terakhir kami mendapatkan tawaran ekspor ke Vietnam dan Hong Kong, tapi masih dalam proses. Slip on merupakan jenis sepatu yang paling banyak dipesan,” jelas Yudha.

  

 
 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sepatu

Editor : Saeno
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top