Perempuan Lemah Di Teknologi Hanyalah Stereotipe

"Saya bikin Binar Academy karena melihat angka engineer sedikit. Kita mau go digital tapi siapa yang mau eksekusi?" ujar Alamanda
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 23 April 2019  |  11:58 WIB
Perempuan Lemah Di Teknologi Hanyalah Stereotipe
/binar.co.id

Bisnis.com, JAKARTA--Banyak yang menyuarakan persepsi bahwa kesempatan dan potensi yang dimiliki oleh pria dan perempuan adalah sama. Dengan kata lain, yang menjadi fokus yakni ada peluang pengembangan hidup perempuan untuk menjadi lebih baik tanpa peduli batasan gender.

Akan tetapi, ada beberapa bidang yang masih sering kali diidentikan dengan laki-laki, misalnya dunia teknologi. Selama ini laki-laki dianggap lebih mumpuni dibandingkan dengan perempuan dalam bidang tersebut. Namun, Founder & Presiden Direktur Binar Akademy Alamanda Shantika mengatakan bahwa hal tersebut hanyalah sebuah stigmatisasi saja, kenyataannya tidak ada perbedaan.

“Semakin kita membesar-besarkan ngomongin kayak wanita di teknologi sedikit, ada women empowerment, yang ada justru stereotipe itu malah makin besar. Justru itu yang semakin memisahkan perempuan,” jelas Alamanda.

Perempuan memiliki potensi yang sama di bidang teknologi. Hal tersebut juga dibuktikan oleh Alamanda Shantika, seorang perempuan pendiri Binar Academy atau sekolah yang mencetak enggineer atau programer handal dalam menciptakan aplikasi. Bahkan sebelum Binar Academy, Alamanda juga menjadi salah satu otak di balik terciptanya aplikasi GoJek.

"Saya bikin Binar Academy karena melihat angka engineer sedikit. Kita mau go digital tapi siapa yang mau eksekusi?" ujar Alamanda kepada Bisnis.com, dikutip Senin (22/4/2019).

Alasan terjun ke dunia teknologi, lantaran sejak usia 14 tahun ini sangat menyukai coding. Dia mengataka semakin banyak perempuan yang mengukai dan paham teknologi. Buktinya pada awal pendirian Binar Academy, murid perempuan yang masuk sebesar 10 %. Berdasarkan data terbaru, saat ini sebesar 33,9% murid perempuan yang mengikuti pendidikan di Binar Academy.

Kendari begitu, lanjutnya , bukan berarti pihaknya mendirikan sekolah tersebut untuk mendorong perempuan terjun ke dunia teknologi. Namun, pihaknya ingin memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan dan laki-laki untuk bersaing pada bidang yang sama.

“Kami mengedepankan equality. Kami terbuka buat semua, mau cewek, mau cowok. Kita ingin lebih bisa menjawab kebutuhan di industri," katanya.

Dia menilai problematika bisa tercipta karena strereotipe saja, sehingga terkesan ada suatu masalah. Dia telah membuktikan, ketika terjuan di dunia kerja khususnya bidang teknologi tidak pernah ada perbedaan ataupun dikucilkan.

Menurutnya, yang paling penting adalah memberikan semangat dan dorongan kepada perempuan untuk berani mengubah cara pandang lama, bahwa saat ini perempuan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki pada bidang yang sama pula.

Selain itu, perusahaan-perusahaan juga harus membuka kesempatan yang lebih luas bagi perempuan untuk bisa lebih maju. Misalnya, memberikan kesempatan untuk bekerja di rumah, jika memang pekerjaan tersebut dapat dilakukan di rumah, misalnya coding atau programing. Mengapa harus di kantor, apabila di rumah pun bisa dapat tetap menyelesaikan pekerjaan sehingga dapat mengurus anak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
StartUp

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup