Perlunya Makan Bijak Saat Berpuasa

Dengan porsi berlebih, sebagian mampu menghabiskan makanan tersebut tetapi tidak sedikit pula yang menyisakan makanannya sehingga sisa makanan tersebut terpaksa harus dibuang dan menjadi sampah.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 07 Mei 2019  |  20:27 WIB
Perlunya Makan Bijak Saat Berpuasa
Umat muslim menunggu waktu buka puasa di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (6/5/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA - Bulan suci Ramadan bisa menjadi momen emas bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah sekaligus menjaga pola hidup sehat. Sebab, pada saat berpuasa seseorang harus mengatur pola konsumsi baik saat sahur, berbuka puasa, dan saat malam hari dengan nutrisi yang seimbang.

Namun sayangnya, banyak orang yang justru lapar mata saat berpuasa sehingga mengonsumsi makanan secara berlebih saat berbuka. Dengan porsi berlebih, sebagian mampu menghabiskan makanan tersebut tetapi tidak sedikit pula yang menyisakan makanannya sehingga sisa makanan tersebut terpaksa harus dibuang dan menjadi sampah.

Berdasarkan Food Sustainability Index 2017 yang dirilis oleh the Economist Intelligence Unit (EIU), untuk kategori limbah dan bahan makanan yang terbuang (Food Loss and Waste) Indonesia menempati peringkat kedua terbawah atau hanya lebih baik dari Arab Saudi.

Sementara itu, Dinas Kebersihan DKI Jakarta pada 2016 mengungkapkan adanya peningkatan volume sampah sebesar 10 persen hanya pada 10 hari pertama Ramadan yang didominasi sampah organic seperti sisa makanan.

Kondisi lapar mata pada saat seseorang berpuasa bisa juga dilihat dari peningkatan penjualan makanan di sejumlah restaurant, salah satunya Food Market Eat&Eat. Grace Yohana, Marketing Manager Eat & Eat mengatakan selama bulan Ramadhan, jumlah pengunjung Eat&Eat meningkat hingga 4 kali lipat.

Pada saat itu, masyarakat cenderung membeli makanan lebih banyak saat berbuka puasa. Apalagi, banyak pilihan makanan yang begitu menggugah selera di Food Market Eat & Eat. Namun sayangnya, jumlah makanan yang tersisa pun terbilang cukup besar, sementara itu tidak semua tenant mampu segera melayani permintaan membungkus makanan.

“Karena itu kami ingin melanjutkan kembali gerakan Makan Bijak terutama saat puasa demi kebaikan perut dan lingkungan,” ujarnya.  

Dalam kampanye Makan Bijak tersebut, Eet & Eat bekerja sama dengan Mylanta. Dinda Prameswari, Associate Brand Manager Mylanta mengatakan gerakan Makan Bijak ini telah dimulai sejak 2018 bersama Eat & Eat.

“Tahun ini kami mengingatkan masyarakat Indonesia untuk menerapkan Makan Bijak dengan cara menarik yaitu membawa kotak makan sendiri. Tujuannya agar bisa menyimpan dan memisahkan sebagian porsi makanan jika dirasa porsinya terlalu besar sehingga makanan tidak terbuang percuma,” ujarnya.

Akan ada sekitar 10.000 kotak makan yang disediakan oleh Mylanta pada 8 gerai Eat & Eat yang ada di Jabotabek. Nantinya, setiap pembelian sebesar Rp100.000, konsumen bisa membeli kotak makan tersebut seharga Rp20.000 atau Rp100.000 per paket.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Puasa, Ramadan

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top