Belomba-lomba di Jalan yang Sehat

Dari pengamatan Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI), tren olahraga kebugaran yang tengah ramai dilakukan masyarakat adalah functional training.
Syaiful Millah dan Tika Anggreni Purba
Syaiful Millah dan Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 20 Mei 2019  |  17:06 WIB
Belomba-lomba di Jalan yang Sehat
Instruktur Celebrity Fitness Palembang Icon Mal memeragakan salah satu gerakan floating yoga, Selasa (10/7/2018). - Bisnis/Dinda wulandari

Bisnis.com, JAKARTA – Tren gaya hidup sehat dan merebaknya budaya olahraga di masyarakat disambut baik oleh para pelatih kebugaran. Tak ayal, bisnis pusat kebugaran pun merebak di hampir setiap kota hingga ke pelosok.

Dari pengamatan Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI), tren olahraga kebugaran yang tengah ramai dilakukan masyarakat adalah functional training.

Ketua APKI Marcellina Leonora menjelaskan jenis latihan ini berbeda dengan olahraga gym yang biasanya dilakukan dengan berbagai macam alat. “Functional training merupakan olahraga yang disesuaikan dengan gerak tubuh dan menggunakan alat olahraga yang lebih simpel,” katanya.

Gerakan dalam functional training pada umumnya disesuaikan dengan gerak tubuh sehari-hari seperti berjalan, menggendong anak, menenteng belanjaan, naik-turun tangga, dan sebagainya. Perempuan yang akrab disapa Leony ini mengatakan bahwa functional training menjadikan tubuh sebagai mesin olahraga.

“Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap gaya hidup sehat itu sudah lumayan tinggi saat ini,” katanya.

Dia menilai bahwa peningkatan minat masyarakat Indonesia juga sejalan dengan peningkatan bisnis olahraga seperti bisnis pusat kebugaran. Dari perkembangan ini, ternyata pusat kebugaran yang menyediakan program functional training sangat laku. “Selain itu banyak fitness center yang menyediakan layanan 24 jam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.”

Sebagai pelatih kebugaran, Leony juga berkomitmen dalam mengedukasi publik agar lebih sadar mengenai perilaku hidup sehat.

Sementara itu, Motivator hidup sehat Ade Rai melihat dari tahun ke tahun sebetulnya telah terjadi peningkatan signifikan dalam gaya hidup sehat di masyarakat. Dia mencontohkan bahwa orang berbondong-bondong ingin hidup sehat, tetapi belum teredukasi betul soal hidup sehat yang sebenarnya.

FAKTOR PENGGERAK

Hal ini terlihat dari tren gaya hidup sehat yang tidak disertai dengan kesadaran akan perubahan perilaku gaya hidup sehat yang benar, misalnya olahraga. “Hampir 50% orang yang pergi ke pusat kebugaran adalah mereka yang ingin menurunkan berat badan.”

Hal itu membuktikan bahwa masyarakat masih memiliki kecenderungan gaya hidup kurang sehat sehingga mengalami obesitas. Padahal, obesitas merupakan penyakit yang menjadi faktor risiko dari penyakit lainnya. Artinya, masyarakat akhirnya berolahraga bukan untuk mencegah penyakit, tetapi setelah mengalami penyakit yang terakumulasi dari perilaku kurang baik selama bertahun-tahun.

Akan tetapi, perubahan minat olahraga tersebut tetap patut disyukuri. Setidaknya masyarakat makin sadar bahwa perilaku hidup sehat melalui olahraga ternyata mendatangkan begitu banyak manfaat.

Menurutnya ketika orang mulai berolahraga berbagai perubahan pada tubuh dapat terjadi. “Yang tadinya tulangnya lemah karena kurang gerak, menjadi lebih kuat."

Tren olahraga juga berkembang di bidang workout. Fitnesst trainer sekaligus health influencer Annissa Munaf menuturkan kegiatan olahraga di bidang workout saat ini tengah digemari oleh masyarakat.

Menurutnya, hal tersebut terlihat dari banyaknya tempat fitness dan munculnya para health influencer di berbagai platform seperti Youtube dan Instagram juga memacu peningkatan kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat.

“Jadi tren olahraga itu bisa dibilang menular. Dari influencer ke satu orang, dan terus meluas, sampai akhirnya bisa dibilang sekarang orang sudah banyak yang berolahraga.”

Perempuan yang memiliki sertifikat sebagai trainer U-Jam, Piloxing, dan Zumba itu juga menerangkan jenis olahraga workout maupun home workout saat ini makin banyak digemari masyarakat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kesehatan

Sumber : Bisnis Indonesia Weekend

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top