Mukena Syahrini Rasa Smartphone Rp17,5 Miliar: Ditjen Pajak Ingatkan Pajak Rp1,75 Miliar

Bisnis mukena Syahrini yang omsetnya mencapai miliaran rupiah memang tengah menjadi perbincangan orang banyak. Pasalnya, dari penjualan 5.000 potong mukena dengan brand Fatimah Syahrini yang ludes 2 bulan setelah dipasarkan, istri dari pengusaha Reino Barrack tersebut sudah mengantongi uang Rp17,5 miliar.
Ria Theresia Situmorang | 31 Mei 2019 07:19 WIB
Syahrini menjual mukena seharga Rp3,5 juta per potong. - Instagram @fatimahsyahrini

Bisnis.com, JAKARTA - Bisnis mukena Syahrini yang omsetnya mencapai miliaran rupiah memang tengah menjadi perbincangan orang banyak. Pasalnya, dari penjualan 5.000 potong mukena dengan brand Fatimah Syahrini yang ludes 2 bulan setelah dipasarkan, istri dari pengusaha Reino Barrack tersebut sudah mengantongi uang Rp17,5 miliar.

Tak lama setelah Syahrini mengutarakan rasa syukurnya tentang pencapaiannya tersebut melalui media sosial Instagram, Ditjen Pajak melalui media sosial twitternya seperti menyindir halus penyanyi dengam jargon jambul khatulistiwa tersebut.

Tampak berang dengan cuitan lembaga keuangan negara tersebut, mantan Ketua DPR RI, Marzuki Alie memberikan opininya atas sindiran halus Ditjen Pajak bagi Syahrini untuk memberikan kontribusinya pada negara.

Komentar Marzuki Alie tampaknya juga mendapatkan reaksi kontroversial dari warganet. Politikus tersebut mendapat teguran dari warganet yang menentang pernyataannya soal Syahrini yang bukan Pengusaha Kena Pajak (PKP).

"Begimana si? Brand brand sendiri, omset omset sendiri. Masa bukan pkp?," tulis akun ryanosss.

"Anu pak penjualannya melewati batas UMKM yakni 4,8 M," ujar akun priyantano. "Taa..pii adminya tidak menyebutkan syahrini yg bayar bapak'eee heuheu. Dari mana kok tau2 syahrini," ujar akun mukameledak.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pajak, Syahrini

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top