Cerita Abimana Banjir Keringat Gunakan Kostum Gundala

Berperan sebagai Gundala, Abimana Aryasatya mengaku bahwa dia diterbangkan ke Amerika Serikat untuk proses fitting
Akbar Evandio | 03 Juni 2019 11:17 WIB

Bisnis.com, JAKARTA –Berperan sebagai Gundala, Abimana Aryasatya mengaku bahwa dia diterbangkan ke Amerika Serikat untuk proses fitting.

“Ini pengalaman baru bagi saya. Di sana semuanya dikerjakan profesional dengan standar internasional,” kenangnya mengenai proses yang dijalani untuk memberikan yang terbaik ke penonton," ujarnya.

Produsen film tersebut memang tidak main-main dalam pembuatan kostum untuk pengerjaan film Gundala dibuat di Amerika Serikat bersama perusahaan yang memproduksi kostum untuk film maupun serial Hollywood seperti Watchmen dan Daredevil (Netflix).

Pria yang akrab disapa Abi menjelaskan bahwa untuk pengukuran kostum. Ia menghabiskan waktu selama 7 hari untuk pengukuran seluruh badan.

"Proses pengerjaannya begitu cepat, sampai disana kemudian langsung melakukan 3D scan satu badan. Menarik ketika hanya menggukanan celana dalam di tengah ruangan," ungkapnya.

Selain 3D scan, Abimana juga menjalani pengukuran bagian kepala dengan teknik molding. Molding adalah teknik mencetak yang menggunakan kerangka dan wajah. Seluruh kepala Abimana akan diolesi dengan lilin.

 "Cuma satu minggu di sana, tidak lama, hanya mengukur [tubuh] saja, setelah itu ditinggal ke Jakarta. Tapi cukup takut kalau naik berat badan sedikit saja, karena kalau lingkar berubah baju jadi enggak muat. Ternyata malah longgar dan kebesaran, tapi untung orangnya datang ke sini dikecilkan, ujung-ujungnya jahit di sini juga," ungkapnya sembari tertawa.

Pemeran Utama Pria Terbaik, Indonesian Box Office Movie Awards 2017 ini mengakui bahwa saat dirinya menggunakan kostum Gundala mendapati bahwa kostum tersebut sangat tidak nyaman dikenakan, terutama pada sepatu yang cukup berat dan membebani saat adegan laga.

“Kalau dibuka [kostumnya] selalu bercucuran keringat karena sangat panas dan pengap. Bahkan di awal proses syuting sempat kesusahan bernapas, meski lama kelamaan jadi terbiasa. Kostum juga berat, bedanya kalau syuting di luar negeri mereka menggunakan studio dan semua pakai AC. Kalau kami saat set pabrik ya syuting di pabrik, dan Indonesia sudah tau juga suhunya seperti apa, ," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Film

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top