Rayakan Lebaran, Dokter Tetap Anjurkan Makan Tiga Kali Sehari

Saat Hari Raya Lebaran, nafsu makan memang kadang susah terkontrol. Belum selesai menyicip kue, makanan besar sudah terhidang untuk siap disantap.
Ria Theresia Situmorang | 05 Juni 2019 08:54 WIB
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, T. Djumhana Atmakusumah. JIBI/Bisnis - Ria Theresia Situmorang

Bisnis.com, JAKARTA - Saat Hari Raya Lebaran, nafsu makan memang kadang susah terkontrol. Belum selesai menyicip kue, makanan besar sudah terhidang untuk siap disantap.

Meski begitu, Anda juga harus tetap mengontrol asupan makanan dalam tubuh.

Dokter spesial Penyakit Dalam, T Djumhana Atmakusumah menjelaskan kalau orang yang memiliki riwayat penyakit pun nyatanya masih bisa menyantap hidangan di saat Lebaran tiba, namun tetap harus dikontrol.

"Orang kalau diabet, darah tinggi, kolesterol, liver dan ginjalnya terkontrol, tidak apa-apa. Setiap penyakit itu punya daftar masing-masing berapa kalori yang harus masuk dan berapa komposisinya," ujarnya.

Djumhana menyarankan, dalam momen Idulfitri, orang-orang sebaiknya tetap makan tiga kali sehari tidak dalam sekali lahap.

"Anda harusnya merencanakan sedemikian rupa, agar tidak semuanya sekali masuk. Tapi dibagi-bagi saja," lanjutnya.

Jika memang seseorang sudah terbiasa dengan pola diet sehat, suguhan makanan yang melimpah ruah di momen Lebaran mungkin tidak akan berdampak karena biasanya ia tahu berapa kalori dan komposisi yang harus ia konsumsi.

"Kalau Anda misalnya orang yang memang dietnya terlatih, pasti bisa di saat yang sama mengetahui komposisi asupan makanan," ungkapnya.

"Buatlah pilihan itu, dibagi-bagi sesuai porsinya. Kemudian dengan begitu, tidak sekaligus berlemak sekali, berkarbohidrat sekali. Jadi Anda harus mengatur sesuai dengan yang diusulkan oleh dokternya," pungkas Djumhana.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
penyakit, lebaran, idulfitri

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top