Suasana Lebaran Jadi Momentum Ajarkan Anak Bersosialisasi

Hari raya Idulfiti merupakan momentum untuk berkumpul bersama keluarga dan mengunjungi sanak saudara dalam rangka mempererat hubungan satu sama lain.
Syaiful Millah | 07 Juni 2019 23:15 WIB
Umat Islam di Bali siap-siap melaksanakan Salat Idulfitri, Rabu (5/6/2019). JIBI/Bisnis - Tim Jelajah Jawa/Bali

Bisnis.com, JAKARTA – Hari raya Idulfitri merupakan momentum untuk berkumpul bersama keluarga dan mengunjungi sanak saudara dalam rangka mempererat hubungan satu sama lain.

Untuk itu, momentum hari raya Idulfitri ini merupakan waktu yang sangat tepat untuk mengajarkan dan melatih emosional serta perilaku positif bagi si buah hati, misalnya untuk berinteraksi dengan orang lain.  

Psikolog Roslina Verauli mengatakan bahwa ajang lebaran memang merupakan aktivitas sosial prososial bagi setiap orang dengan saling berkumpul dan bertemu satu sama lain.

Akan tetapi, momen tersebut bukan yang hal mudah bagi anak yang mungkin sebelumnya belum pernah melihat keluarga atau saudaranya sehingga seringkali tak bisa menyesuaikan diri dan hanya mengandalkan keberadaan orang tuanya.

“Kan sering tuh, kalau mudik semua [keluarga] kumpul. Itu jadi lingkungan yang asing buat anak, jadi mereka takut dan terus aja sama bunda atau ayahnya padahal banyak saudara lain yang masih anak-anak juga,” katanya kepada Bisnis.

Menurutnya, justru momen itu harus dimanfaatkan oleh para orang tua untuk melatih si anak bersosialisasi dan berinteraksi dengan banyak orang, “Caranya gimana? Bisa nih dengan bundanya yang inisiatif ngajak anak lain ngobrol. Nanti dari situ, si anak bakal tau mana nih orang lain yang emang deket sama ibunya,” imbuhnya.

Selain itu, Roslina menyarankan agar tak begitu saja melepaskan anak sendiri dilingkungan baru kendati itu pun masih merupakan keluarga dan saudaranya. Begitu juga dengan memaksa agar anaknya bermain dengan orang lain.

Dia menyatakan memang diperlukan keterlibatan dan peran dari bunda maupun ayah agar si anak tetap merasa nyaman berada di lingkungan yang asing bagi mereka.

“Harus dari orang tuanya juga ngasih tau secara baik-baik, ini siapa itu siapa. Baru kalau terlihat dia [anak] sudah bergaul dengan yang lain, kita [orang tua] bisa ‘lepas tangan’ untuk urusan itu,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lebaran

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top