Berdurasi 3 Jam, Film Bumi Manusia Tidak Akan Membosankan

Film terbaru Hanung Bramantyo, Bumi Manusia dipastikan akan memiliki durasi yang sangat panjang yakni 180 menit atau 3 jam.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 20 Juni 2019  |  08:58 WIB
Berdurasi 3 Jam, Film Bumi Manusia Tidak Akan Membosankan
Hanung Bramantyo - Ria Theresia

Bisnis.com, JAKARTA - Film terbaru Hanung Bramantyo, Bumi Manusia dipastikan akan memiliki durasi yang sangat panjang yakni 180 menit atau 3 jam. 

Berlatarbelakang di Surabaya, Jawa Timur di tahun 1890-an, film yang diangkat dari novel dengan judul yang sama karya sastrawan Pramoedya Ananta Noer ini bercerita tentang kehidupan Minke yang diperankan oleh Iqbaal Ramadhan, seorang pribumi bangsawan yang tidak ingin tunduk kepada Belanda namun juga tetap tidak menganggap rendah kaum pribumi. 

Film yang sedang masuk 'ruang editan' ini dipastikan akan memiliki durasi hingga 3 jam. Hanung mengatakan kalau untuk durasi panjang tersebut, ia pun masih harus membuang 5 adegan dalam buku yang filmnya akan rilis pada 15 Agustus mendatang tersebut.

"Novelnya aja lima ratus halaman. Lima ratus halaman itu kan berisi tentang alur cerita sama tentang ideologi Pak Pram. Tentang ideologi itu gimana itu caranya tetap kita masukan, tapi gimana caranya supaya tidak terlihat pidato verbal, jadi tetap kita olah yang dikorbankan yang di ideologis itu, tetapi tetap kita ambil yang pentingnya bahwa dia berjuang untuk kebebasan menjadi manusia yang bebas tidak ditindas," jelas Hanung Bramantyo. 

"Film hollywood seperti Avengers aja bisa 3 jam. Masa kita nggak bisa?" celetuk produser Falcon Pictures, Frederica. 

Hanung Bramantyo melanjutkan kalau dengan durasi 3 jam, ia meyakinkan penonton tidak akan bosan. Karena ia mengibaratkan film ini seperti film Bollywood yang layak ditonton meski durasinya sangat panjang.

Ia melanjutkan bahwa dengan durasi sepanjang itu pun, Bumi Manusia dianggap perlu dibuatkan sekuelnya yakni buku kedua Pramoedya Ananta Toer setelah Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa yang juga memiliki durasi yang panjang.

"Kita sadar ternyata film itu mesti ada dua, satu, Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa. (Anak Semua Bangsa) harus jadi satu film, 4 jam ya. 4 jam karena ternyata di Bumi Manusia, tokoh Baba Acing nggak terjelaskan dengan baik. Di Anak Semua Bangsa dijelaskan, yang nggak baca novelnya pasti akan lihat ‘ini orang dateng pergi, kemana sih. Nggak jelas deh’ pasti ada pertanyaan itu," sambungnya. 

"Really? Film 3 jam nonton bosen? Nggak dong," tutup Hanung. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
film indonesia

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top