Kenali 3 Risiko Utama Investasi di Reksa Dana

Untuk memulai investasi, maka calon investasi harus mengetahui adanya risiko yang dalam berinvestasi. Sebab dalam investasi ada untung dan rugi.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 10 Juli 2019  |  18:33 WIB
Kenali 3 Risiko Utama Investasi di Reksa Dana
Pengunjung beraktivitas di dekat tulisan Yuk Nabung Saham, di Jakarta, Kamis (3/1/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Untuk memulai sebuah investasi, calon investor tidak boleh hanya terpaku pada besaran imbal hasil, mereka juga harus berhitung soal risiko. Sebab dalam investasi ada untung dan ada rugi.

Executive Vice President Intermediary Business PT Schroder Investment Management Indonesia Bonny Iriawan mengatakan edukasi terkait dengan risiko investasi kepada calon investor dan investor pemula sangatlah penting. Pasalanya, hal itu bisa mendukung perkembangan industri pasar modal di Indonesia.

Sama seperti dengan semua investasi, selalu ada risiko dalam reksa dana. Risiko yang dimaksud adalah kehilangan uang (baik dana awal maupun keuntungannya) atau kegagalan mendapatkan keuntungan dari investasi itu.

Mengutip dari laman Schroder, berikut adalah beberapa risiko utama yang bisa mempengaruhi performa portofolio reksa dana Anda.

1. Risiko Pasar

Reksa dana memiliki resiko fluktuasi dalam nilai aset bersih. Tidak ada kepastian bahwa nilai aset bersih akan selalu meningkat selama masa waktu investasi. Ada kemungkinan harga saham dan atau obilgasi secara keseluruhan akan menurun dalam jangka waktu pendek atau bahkan panjang.

Pasar saham dan obligasi cenderung bergerak dalam siklus, dengan periode kenaikan harga dan periode lain di mana harga turun.

2. Risiko Likuiditas

Bila terjadi peristiwa yang di luar kendali manajer investasi, pemesanan untuk penjualan kembali mungkin terhambat sementara karena mengikuti aturan Kontrak Investasi Kolektif dan aturan Reksa Dana.

3. Risiko Likuidasi

Kondisi di mana investasi mengalami kondisi seperti dinyatakan pada poin 37 aturan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) No. IV.B.1, dana yang ada harus dilikuidasi dan manajer investasi akan melepasnya kembali ke pemilik portofolio.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
reksa dana

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top