Jangan Sepelekan Flu, Virusnya Menyebar 160 Kilometer Perjam

Banyak orang menganggap enteng penyakit yang sama dengan flu atau influenza. Penyakit ini mudah menular, karena berdasarkan data Kalbe Farma virus flu bisa menular dengan kecepatan 160 kilometer per jam.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 14 Juli 2019  |  09:23 WIB
Loading the player ...

Bisnis.com, JAKARTA – Banyak orang menganggap enteng penyakit yang sama dengan flu atau influenza. Penyakit ini mudah menular, karena berdasarkan data Kalbe Farma virus flu bisa menular dengan kecepatan 160 kilometer per jam.

Secara khusus, influenza merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Influenza yang dapat menyebabkan pandemik. Influenza bukanlah penyakit remeh dan ringan.

Laporan World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa influenza telah menyebabkan 500.000 kematian setiap tahunnya di seluruh dunia. Sebagian besar di antaranya terjadi pada kelompok orang lanjut usia.

Kejadian di Indonesia juga tinggi, dari pemeriksaan terhadap 15.000 orang penderita salesma ditemukan 16,6% yang positif terinfeksi virus influenza. Sakit akibat influenza juga dapat merugikan dari sisi produktivitas kerja, serta kualitas kehidupan seseorang.

“Virus influenza terdiri beberapa jenis seperti influenza A, B, dan C, yang biasanya menimbulkan penyakit adalah yang A dan B,” ujar Ketua Indonesia Influenza Foundation, Profesor Cissy B. Kartasasmita.

Menurut dokter spesialis anak ini, virus influenza sangat infeksius sehingga penularannya sangat mudah terjadi.

Influenza sangat rentan terjadi pada usia anak, lanjut usia, penderita penyakit kronis, serta ibu hamil. Sementara itu, pada orang dewasa umumnya angka kejadiannya lebih sedikit. Transmisi virus influenza terhadap anak lebih cepat karena faktor daya tahan tubuh anak yang belum begitu baik.

“Lihat saja anak-anak di sekolah misalnya, kalau ada seorang anak yang sakit influenza, bisa seluruh kelas tertular,” ujarnya.

Perjalanan penyakit influenza dapat terjadi secara mendadak. Pada anak-anak, masa inkubasi dari virus masuk ke dalam tubuh rata-rata 2 hari dan kemudian menetap lebih lama. “Kalau pada orang dewasa 1--5 hari mungkin tidak menular lagi, tetapi kalau pada anak bisa mencapai 11 hari,” katanya.

Gejala klinis penderita influenza pada anak, dewasa, dan lansia tidak jauh berbeda yakni batuk tidak berdahak, demam, sakit otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, sulit menelan, hidung tersumbat, kadang-kadang diare, mual dan muntah.

Influenza juga dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti sinusitis, radang paru-paru, dan radang telinga. Pada sebagian kecil kasus, komplikasi influenza dapat menyebabkan radang otak, gangguan jantung, dan sepsis.

VAKSINASI ADALAH KUNCI

Vaksinasi adalah satu-satunya cara untuk mencegah terjadinya infeksi virus Influenza. Vaksinasi influenza harus dilakukan setiap tahun, khususnya pada kelompok orang yang berisiko tinggi tertular yakni ibu hamil, anak di atas usia 6 bulan, lansia di atas 60 tahun, penderita penyakit kronis, dan tenaga kesehatan.

Untuk bayi di bawah 6 bulan belum dianjurkan untuk divaksinasi influenza, sehingga yang divaksin adalah ibunya ketika masih hamil pada trimester 2 dan 3. Dengan begitu, dalam tubuh ibu akan timbul antibodi influenza sehingga bayi dalam kandungan turut terproteksi.

“Vaksinasi dapat menurunkan risiko influenza hingga 90%, transmisinya penularan penyakit juga berkurang dengan vaksinasi,” tuturnya.

Cissy mengatakan bahwa vaksinasi influenza tidak menyebabkan komplikasi pascavaksinasi yang sering dikhawatirkan banyak orang.

Vaksin influenza membutuhkan waktu selama 2 minggu dalam membentuk antibodi dalam tubuh. Setelah itu, selama 1 tahun vaksin akan bertahan di dalam tubuh dan melakukan perlindungan terhadap serangan influenza.

Vaksin hanya bertahan dalam waktu 1 tahun karena sering kali terjadi mutasi virus akibat adanya antigenic drift. Kondisi ini terjadi saat virus influenza melakukan replikasi sehingga terjadi sirkulasi virus baru.

Itulah sebabnya perlu dilakukan vaksinasi secara rutin setahun sekali. Orang Indonesia yang melakukan vaksinasi influenza tergolong rendah, yakni 500.000 dosis vaksin per tahun, bahkan di kelompok orang yang paling berisiko.

Ketua Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (PERGEMI) Profesor Siti Setiadi mengatakan bahwa influenza tak bisa dianggap sebagai penyakit sepele. Apalagi di negara tropis seperti Indoensia, influenza dapat terjadi di sepanjang musim.

Dokter spesialis penyakit dalam ini menganjurkan agar semua orang di Indonesia melakukan pencegahan influenza melalui vaksinasi agar terlindung secara efektif.

“Bagi lansia yang mengalami penyakit degeneratif lebih mudah mengalami penyakit infeksi seperti influenza, sehingga vaksinasi sangat diperlukan,” sebutnya.

Laporan WHO menyebutkan bahwa influenza dapat meningkatkan risiko mengalami strok dan serangan jantung 3--5 kali lipat setelah terinfeksi virus. Namun, bagi para penderita penyakit kardiovaskular ini vaksinasi influenza dapat menurunkan risiko serangan jantung mencapai 67%, dan menurunkan strok sebanyak 24%. Artinya, dengan biaya murah untuk vaksinasi influenza akan menurunkan biaya pengobatan di masa mendatang.

Selain vaksinasi, pencegahan dengan perilaku hidup sehari-hari juga dapat dilakukan seperti mencuci tangan dengan sabun untuk menghindari virus. Terapkan juga etika batuk dengan menutup mulut ketika batuk.

*) Artikel dimuat di Bisnis Indonesia Weekend edisi 14 Juli 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
influenza

Editor : Sutarno
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top