Pentingnya Teknologi Digital Bagi Dokter dan Pasien

Laporan Future Health Index  (FHI) 2019 yang dirilis oleh Royal Philips menjajaki dampak teknologi kesehatan digital terhadap tenaga kesehatan
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 08 Agustus 2019  |  18:46 WIB
 Pentingnya Teknologi Digital Bagi Dokter dan Pasien
Petugas medis memeriksa kondisi korban meninggal dunia tertimbun longsor akibat gempa bumi, Tai Sieu Kim (56) asal Malaysia di Puskesmas Bayan, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Minggu (17/3/2019). - ANTARA/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, JAKARTA—Laporan Future Health Index  (FHI) 2019 yang dirilis oleh Royal Philips menjajaki dampak teknologi kesehatan digital terhadap tenaga kesehatan. Melalui penelitian independen Philips ini ditemukan salah satu cara atau strategi yang diperlukan untuk mempercepat transisi layanan kesehatan adalah melalui pemanfaatan teknologi.

Kali ini penelitian berfokus pada peran teknologi kesehatan digital dalam meningkatkan pengalaman pasien dan tenaga kesehatan dalam sebuah sistem layanan kesehatan. Penelitian ini melibatkan 15.000 individu dan 3.100 tenaga kesehatan profesional di 15 negara di seluruh dunia.

Studi ini menemukan bahwa 79% dari 400 tenaga kesehatan profesional yang disurvei di seluruh wilayah Asia Pasifik telah menggunakan teknologi digital dalam berbagai bentuk. Para tenaga kesehatan profesional itu mengaku telah menggunakan teknologi kesehatan digital untuk berkonsultasi dengan praktisi kesehatan lainnya dalam hal perencanaan perawatan/pengobatan (44%); konsultasi jarak jauh antara pasien dan praktisi kesehatan profesional (40%); menyediakan akses hasil tes kesehatan untuk pasien (39%); dan memonitor pasien jarak jauh (35%).

Penggunaan lainnya termasuk perawatan, diagnosis, dan pengobatan kondisi yang diresepkan, serta perawatan di rumah.

Meskipun tidak ada data khusus, tren di Indonesia juga tak jauh berbeda dengan tren di Asia Pasifik. Hal ini terlihat jelas dari  industri kesehatan di Indonesia sedang beralih ke era digital. Dalam Global Health Digital Partnership (GDHP) keempat di New Delhi pada Februari 2019, Kementerian Kesehatan Indonesia telah menegaskan dukungannya terhadap pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat sistem kesehatan nasional.  

Pemanfaatan teknologi seperti telemedis misalnya memiliki potensi untuk memperluas akses kesehatan yang lebih baik, bahkan di area terpencil. Solusi telemedis di Indonesia dapat membantu menghubungkan tenaga kesehatan profesional dengan pasien di daerah pelosok.

“Sebagai perusahaan teknologi kesehatan, Philips memahami peran inovasi dan teknologi dalam mendorong layanan kesehatan yang inklusif bagi semua orang,” kata Dick Bunschoten, Presiden Direktur Philips Indonesia.  

Philips juga telah membawa teknologi diagnosis dan perawatan pada point-of-care (tempat kejadian) dalam situasi darurat. Selain itu, pihaknya juga tengah bekerja sama dengan rumah sakit lokal untuk menyediakan solusi digital terintegrasi, yang menyatukan data populasi pasien untuk membantu mendorong pendekatan perawatan yang proaktif.

Peneliti laporan Future Health Index 2019 mengidentifikasi tiga tema kunci di level global yang akan menentukan kemunculan tren teknologi kesehatan di Indonesia dalam waktu dekat yakni tenaga kesehatan profesional yang lebih terlibat dan melek digital, memberdayakan pasien – akses kepada data, dan belajar dari pelopor atau negara lain yang telah berhasil mengadopsi teknologi digital dalam sistem kesehatan mereka.

Dari ketiga edisi studi FHI sebelumnya peneliti memahami bahwa negara-negara yang sudah membentuk sistem kesehatannya sendiri sebetulnya sulit untuk berubah karena kebiasaan yang sudah turun temurun. Oleh karena itu Indonesia perlu belajar dari negara yang sistem kesehatannya berkembang lebih maju setelah mengadopsi teknologi digital dan siap menerima perubahan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kesehatan

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top