Ini Tantangan Parenting Orang Tua Milenial  

Tantangan parenting bagi orang tua milenial saat ini tidaklah mudah. Salah satunya, mereka harus mampu menghadapi pesatnya perkembangan informasi, tetapi tidak merugikan bagi anak.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 11 Agustus 2019  |  08:36 WIB
Ini Tantangan Parenting Orang Tua Milenial  
Ilustrasi Parenting - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Tantangan parenting bagi orang tua milenial saat ini tidaklah mudah. Salah satunya, mereka harus mampu menghadapi pesatnya perkembangan informasi, tetapi tidak merugikan bagi anak.

Psikolog, Saskhya Aulia Prima, mengungkapkan ada empat tantangan utama dalam perenting pada saat ini yaitu, anak mudah terpapar informasi dan juga strangers, anak tidak mudah mempercayai informasi yang diterima termasuk dari orangtua, orang tua tidak bisa mengawasi anak selama 24 jam, kesibukan orang tua sehari-hari menjalankan berbagai peran di kehidupannya. 

Keempat tantangan tersebut sangat berkaitan dengan era globalisasi dimana informasi sangat mudah mengalir karena kemajuan teknologi maka tidak dipungkiri bahwa anak mudah terpapar informasi dan juga strangers. "Hal ini menjadi masalah karena menyebabkan anak menjadi tidak mudah memercayai informasi yang diterimanya bahkan termasuk informasi dari orang tua," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (11/8/2019).

Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia.

Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. 

Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif.

Menurutnya ada banyak sekali efek negatif dari teknologi, yang lebih meresahkannya adalah pada anak-anak yang belum bisa bijaksana memilah mana yang positif dan negatif. Ketika orang tua tidak bisa mengawasi anak selama 24 jam dan kesibukan orang tua sehari-hari menjalankan berbagai peran di kehidupannya, anak tetap bersentuhan secara langsung dengan teknologi. 

"Oleh karena itu, orang tua hendaknya bijaksana dalam melilih gadget untuk anak."

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Seto Mulyadi mengatakan bahwa teknologi ibaratnya sebilah pisau yang bisa memberikan efek positif dan negatif tergantung penggunaannya yang tentunya harus dengan monitoring dari orang tua.

Pria yang akrab disapa Kak Seto itu juga mengungkapkan teknologi yang baik untuk anak yaitu teknologi yang diarahkan untuk kepentingan anak, yang tidak mengesampingkan hak anak untuk tumbuh secara optimal, termasuk hak belajar, bermain, dan mengandung unsur keamanan dan perlindungan bagi anak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
parenting

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top