5.000 Orang akan Ikuti Senam Neuromovoe

Dalam rangka menyambut Hari Olahraga Nasional yang jatuh pada 9 September, P&G Health melalui brand Neurobion melatih senam Neuromove melalui program training of trainers (TOT) kepada lima puluh instruktur senam berpengalaman dari Jabodetabek, bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO).
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 03 September 2019  |  12:39 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -  Dalam rangka menyambut Hari Olahraga Nasional yang jatuh pada 9 September, P&G Health melalui brand Neurobion melatih senam Neuromove melalui program training of trainers (TOT) kepada lima puluh instruktur senam berpengalaman dari Jabodetabek, bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO).

Kedepannya, para instruktur senam akan mengajarkan senam Neuromove ini ke masyarakat luas dengan target lebih dari 5.000 orang. Training of trainers (TOT) ini juga merupakan bagian dari dukungan terhadap Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang digalakkan oleh pemerintah.

Senam Neuromove merupakan latihan fisik yang didesain secara khusus untuk mengaktifkan sel-sel saraf, seperti gerakan menyilang batang tubuh, koordinasi bola mata, tangan, kaki, keseimbangan, dan fokus pada gerakan stretching yang dapat menghindari cedera dan mencegah gejala neuropati. Gerakan senam Neuromove yang berdurasi 30 menit ini terdiri dari Latihan Pemanasan (aerobik dan peregangan), Gerakan Inti, Latihan Keseimbangan, dan Latihan Pendinginan.

dr. Ade Tobing, SpKO, Spesialis Kedokteran Olahraga dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO), mengatakan, Neuropati adalah kerusakan saraf tepi yang ditandai dengan gejala kebas dan kesemutan sehingga dapat menurunkan kualitas hidup penderita. Aktivitas sehari-hari juga ada yang berisiko gejala neuropati misalkan terlalu lama mengetik di laptop, duduk di posisi yang sama berjam-jam, atau mengendarai motor berdurasi lama.

"Jika aktivitas tersebut dilakukan dengan posisi yang salah dan tidak diimbangi dengan latihan fisik, maka dapat menyebabkan gangguan saraf tepi seperti kram otot, Sciatica, atau Carpal Tunnel Syndrome. Senam Neuromove ini dapat menjadi alternatif pencegahan neuropati yang mudah dilakukan kapan saja dimana saja.” ujarnya.

Lebih lanjut dr. Ade Tobing, SpKO mengatakan, peran para instruktur senam ini sangat penting untuk memperluas edukasi masyarakat secara langsung, mengenai neuropati dan senam Neuromove. Peserta TOT terdiri dari lima puluh instruktur senam se-Jabodetabek berpengalaman yang akan dibekali dengan informasi seputar neuropati dan pencegahannya melalui teori dan gerakan senam Neuromove yang divalidasi oleh PDSKO.

Setelah program pelatihan, para instruktur tersebut akan menjalani tahap kompetisi dengan mengajarkan pengetahuan tentang neuropati dan gerakan senam Neuromove kepada masyarakat sekitar.”

Wens Arpandy, Group Brand Manager, P&G Consumer Health Indonesia, mengatakan, senam Neuromove ini adalah salah satu solusi pencegahan neuropati. Senam Neuromove, yang diciptakan pada tahun 2015 oleh Neurobion bersama dengan Dr Ade Tobing, SpKO dari PDSKO, merupakan bagian dari komitmen P&G Health untuk meningkatkan kesehatan saraf masyarakat indonesia yang dipersembahkan oleh brand Neurobion.

"Sebelumnya sosialisasi senam kesehatan saraf neuromove telah kami lakukan ke berbagai komunitas publik dan media. Kali ini, melalui para instruktur senam, kami berharap sosialisasi tersebut bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas lagi dan tidak tertutup kemungkinan program ini juga dijalankan di kota-kota besar lainnya di Indonesia.” katanya.

Selain senam Neuromove, Total Solution dari Neurobion terdiri dari deteksi dini di Neuropathy Check Point (NCP) dan produk vitamin neurotropik berkualitas yang terbukti klinis serta disesuaikan dengan tingkat gejala neuropati. Untuk menjaga kesehatan saraf tetap berfungsi baik, direkomendasikan rutin konsumsi vitamin neurotropik yang merupakan kombinasi vitamin B1, B6, dan B12.

Dr. Yoska Yasahardja, Medical & Technical Affairs Manager Consumer Health, P&G Consumer Health Indonesia, menjelaskan, neuropati adalah kondisi gangguan dan kerusakan saraf yang ditandai dengan gejala kebas dan kesemutan. Penyebabnya antara lain adalah trauma pada saraf karena aktivitas dan gaya hidup kurang baik, efek samping dari suatu penyakit sistemik, penuaan, dan pada umumnya juga disertai dengan kekurangan vitamin B1, B6, dan B12.

"Dalam penelitian NENOIN yang menggunakan produk Neurobion Forte, vitamin neurotropik atau kombinasi vitamin B1, B6, dan B12 terbukti secara klinis efektif dapat mengurangi gejala neuropati hingga 62,9% serta relatif aman untuk dikonsumsi jangka panjang . Oleh karena itu, penting untuk mengedukasi masyarakat mengenai pencegahan neuropati dengan latihan fisik senam Neuromove dan konsumsi vitamin neurotropik bila diperlukan.”jelasnya.

“Peserta yang telah dibekali informasi tentang neuropati dan senam Neuromove diharapkan dapat menjadi edukator untuk bersama-sama menggalakkan aksi GERMAS dalam menggerakkan masyarakat rutin latihan fisik sekaligus menjaga kesehatan saraf agar terhindar dari risiko gejala neuropati.” tutup Wens Arpandy.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
neuropati

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top