6 Langkah Cepat Bangkit dari Kegagalan

Di masa kanak-kanak, Anda belajar bahwa kesalahan-kesalahan kecil mempunyai peranan besar dalam memperbaiki keadaan.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 25 September 2019  |  02:02 WIB
6 Langkah Cepat Bangkit dari Kegagalan
Ilustrasi - Humanresourcesonline

Bisnis.com, JAKARTA- Di masa kanak-kanak, Anda belajar bahwa kesalahan-kesalahan kecil mempunyai peranan besar dalam memperbaiki keadaan.

Pada masa pertumbuhan, Anda juga belajar untuk bangkit berjalan setelah jatuh berkali-kali dan belajar mengendarai sepeda sendiri setelah beberapa kali "mencium" aspal, lengkap dengan hadiah benjol dan memar di sekujur tubuh.

Pelajaran yang sama dapat diambil saat Anda memulai karir profesional. Anda mempelajari hal-hal baru dan mengembangkan serangkaian keterampilan, setelah melalui kegagalan demi kegagalan sebelum akhirnya berhasil.

Jika di masa kecil Anda merasa bahwa kegagalan merupakan sesuatu yang sulit, maka sebagai seorang dewasa, Anda akan belajar bahwa kesalahan di tempat kerja akan memberi lebih dari sekadar benjol dan memar. Kegagalan di tempat kerja bisa sangat memengaruhi semangat dan keyakinan Anda sebagai seorang pegawai.
 
Kesalahan merupakan sebuah bagian kehidupan yang tidak dapat dihindari. Bagaimana cara Anda memanfaatkan kesalahan itulah yang menjadi kunci perbedaan antara menggapai keberhasilan atau justru melanjutkan hidup dalam kebencian.
Pertanyaannya adalah, bagaimanakah cara untuk bangkit dari kegagalan?
 
Situs pecari kerja ternama, JobStreet.com berbagi kalimat-kalimat berikut yang akan membuktikan bahwa keberhasilan dalam mengatasi kegagalan di tempat kerja bukanlah suatu hal yang sulit.
 
1. "Saya tahu dimana letak kesalahan saya."
 
Langkah pertama untuk dapat pulih dari kegagalan atau penolakan adalah dengan menemukan alasan tepat penyebab kegagalan Anda. Baik apabila Anda merupakan bagian dari tim maupun bekerja secara individu, menelliti lebih dekat letak kekurangan akan sangat membantu. Selain itu, akuilah kesalahan pribadi, jangan menyalahkan orang lain dan jangan menanggung beban kesalahan orang lain. Bertanggung jawab atas segala perbuatan maupun kesalahan adalah satu-satunya cara untuk dapat belajar dan berkembang dari kesalahan itu sendiri.
 
2. "Melakukan kesalahan bukanlah sebuah masalah"
 
Anda telah menjalankan semua langkah yang diperlukan dan mengecek semua detail yang ada, tetapi masih saja terjadi kesalahan. Anda mungkin telah melakukan semua dan mengerahkan segala daya upaya untuk mencapai sesuatu, namun faktanya adalah kesalahan tetap mungkin bisa terjadi, bahkan pada orang yang paling teliti sekalipun.
Thomas Edison diperkirakan telah merancang 10.000 prototipe sebelum akhirnya berhasil menciptakan sebuah bohlam lampu. Jadi, selama Anda mencoba melakukan yang terbaik dalam pekerjaan, sisakanlah sedikit ruang untuk kegagalan. Siapa pun yang ingin sukses harus terlebih dahulu belajar untuk menerima kegagalan.
 
3. "Kegagalan saya bukanlah identitas diri saya."
 
Anda tentu tidak ingin dicap sebagai orang yang gagal membuat atasan terkesan atau sebagai pegawai yang gagal merampungkan kontrak kerjasama penting. Namun nyatanya, Anda tidak dapat menghentikan orang lain untuk menghakimi berdasarkan kesalahan yang pernah dibuat. Sesungguhnya tidak perlu memperdulikan tanggapan mereka. Terlalu memperhatikan pendapat orang lain dapat menghancurkan kepercayaan diri dan hasrat kerja. Ingatlah bahwa kesalahan tidak mencerminkan pribadi Anda.
 
4. "Saya selalu bisa minta bantuan."
 
Meskipun tidak perlu memperhatikan tanggapan dari orang lain, Anda tetap membutuhkan support system yang kokoh untuk membantu di kemudian hari. Memiliki orang-orang yang dapat Anda andalkan di tempat kerja dapat meningkatkan daya tahan terhadap stres sebagaimana diungkapkan dalam sebuah penelitian pada 2007 yang dilakukan oleh Universitas Yale. Anggap support system Anda sebagai salah satu sumber daya, yang bukan hanya akan membantu untuk mencapai kesuksesan, namun juga sangat penting untuk membantu di masa-masa sulit.
 
5. "Saya mempelajari suatu hal baru."
 
Berlatih melakukan positive reframing. Positive reframing adalah pola pikir optimistis yang memungkinkan Anda untuk memandang setiap kegagalan, kesalahan atau penolakan bukan sebagai kemunduran tetapi sebagai sebuah kesempatan untuk belajar. Dewasa ini, para profesional dan masyarakat pada umumnya sudah terprogram untuk berpandangan buruk terhadap kegagalan ketika pada kenyataannya, gelas setengah kosong juga dapat dianggap setengah penuh.

Hanya memerlukan sedikit perubahan dalam cara pandang kita untuk dapat melihat suatu kekurangan sebagai hal yang positif. Sebagai sebuah 'alat bantu' yang kritis, kegagalan akan selalu menciptakan kesempatan bagi Anda untuk mempelajari hal-hal yang bernilai.
 
6. "Saya yakin dapat memperbaikinya."
 
Setiap kegagalan harus dijadikan sebuah komitmen untuk menjadikan segala sesuatu lebih baik dari sebelumnya. Pelajaran yang Anda dapatkan dari kesalahan di masa lalu harus menjadi sebuah batu loncatan untuk mencapai kesuksesan di masa depan. Misalnya, mungkin sudah terlambat bagi Anda untuk menyelamatkan suatu kesepakatan kerja yang gagal, tetapi Anda pasti dapat memperbaiki metode kerja ke depan.

Terlepas dari setiap penolakan atau kekalahan yang Anda alami, ada banyak pilihan untuk membuat rencana-rencana baru serta menetapkan target yang baru.
 
Cara Anda menghadapi kesalahan dan kegagalan adalah kunci keberhasilan. Mulai berdamai dengan kegagalan Anda hari ini agar besok Anda bisa bangkit kembali!

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Tips Karir

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top