Drama Selendang Arimbi, Cara Veronica Tan Kembangkan Talenta Anak Rusun

Veronica menuturkan ide awal dibentuknya operet ini bermula dari keinginannya untuk mengembangkan dan memfasilitasi talenta anak-anak rusun sekaligus menanamkan nilai positif kepada mereka melalui seni dan musik.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 28 September 2019  |  09:05 WIB
Loading the player ...

Bisnis.com, JAKARTA - Di dalam dunia pewayangan, Dewi Arimbi dikenal sebagai sosok putri yang memiliki sifat dan perwatakan penuh kasih tulus untuk menolong, serta berbakti dan sangat sayang kepada keluarga.

Karakter yang melekat pada Dewi Arimbi tersebut coba untuk ditanamkan kepada anak-anak melalui pertunjukan drama musikal Operet Aku Anak Rusun bagian kedua yang berjudul “Selendang Arimbi.”

Operet yang menggambarkan seputar kehidupan anak rusun Jakarta ini diinisiasi oleh Veronica Tan melalui yayasan yang dibentuknya Yayasan Waroeng Imaji dengan menggandeng Soundkestra dan Ciputra Artpreneur.

Veronica menuturkan ide awal dibentuknya operet ini bermula dari keinginannya untuk mengembangkan dan memfasilitasi talenta anak-anak rusun sekaligus menanamkan nilai positif kepada mereka melalui seni dan musik.

Apalagi, Veronica melihat tidak sedikit anak-anak tersebut yang memiliki bakat di bidang seni musik dan pertunjukan, serta mempunyai semangat juang yang tinggi.

Melalui pertunjukan ini, dia ingin agar anak-anak mendapat kesempatan menunjukkan bakat serta melatih rasa percaya diri di panggung nan megah.

“Saya senang dengan anak-anak, melihat kepolosan dan keluguan mereka saat bermain. Saya juga suka musik, lalu saya mengenal tim Soundkestra. Dari sini kemudian saya berpikir kenapa semua tidak disatukan saja, berbaur lewat musik, seni, dan pertunjukan,” tuturnya.

Lebih lanjut, ibu dari tiga anak ini mengatakan dengan mengajak anak-anak berlatih dan berkreasi bersama, dapat menjadi salah satu cara membangun karakter dan skill mereka.

 Selain itu, sebagai sebuah grup yang akan tampil di panggung,  anak-anak juga dilatih untuk belajar tentang makna kebersamaan.

"Dalam musikal ini tidak ada yang jadi juara. Semua harus menonjol dan menjadi satu paket. Kalau yang satu jelek maka akan jelek semua," ujar Veronica.

Veronica Tan (kedua dari kanan) dan panitia memberi keterangan perihal Operet Anak Rusun 2: Selendang Arimbi  di Jakarta./Youtube @opi ragmita rahim

Cerita Anak Rusun Jakarta

Tidak hanya memberikan pengalaman dan pengajaran kepada anak-anak yang menjadi pemeran, Operet Aku Anak Rusun ke-2 ini juga dapat digunakan sebagai media pembelajaran bagi anak-anak yang ikut menonton bersama orangtua.

“Akan banyak nilai-nilai positif yang relevan dengan kehidupan anak-anak dan masyarakat pada umumnya seperti nilai toleransi, solidaritas dan semangat mewujudkan mimpi yang penting untuk kehidupan anak-anak dalam berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Operet Aku Anak Rusun “Selendang Arimbi” bercerita tentang seorang anak rusun benama Arimbi, yang bercita-cita menjadi penari. Tantangan yang datang silih berganti tidak menggetarkan Arimbi untuk tetap meraih cita-citanya.

Didukung oleh teman-teman rusunnya, Arimbi menghadapi segala tantangan dengan positif. Tidak hanya belajar untuk fokus pada cita-cita, Arimbi juga belajar banyak hal mengenai solidaritas dan toleransi.

Vanda Parengkuan penulis Naskah Operet Aku Anak Rusun 2 mengatakan drama musikal ini dipersembahkan khususnya untuk dua kelompok anak-anak yaitu anak-anak rusun yang memainkan drama musikal di panggung, serta anak-anak yang menonton pertunjukan.

Melalui karakter yang dibangun oleh Arimbi dan teman-temanya, alur cerita, lagu, dan tarian, baik anak yang bermain maupun yang menonton dapat belajar tentang berbagai karakter manusia, budaya, cara berpikir, dan cara mengatasi masalah.

“Semoga anak-anak bisa belajar berempati pada sesama manusia tanpa memandang perbedaan. Sejak usia dini, belajar tentang bersahabat dalam keragaman. Juga belajar untuk pantang putus asa dalam mencapai cita-cita. Semua disajikan dalam tari dan lagu sehingga akan lebih mudah dipahami,” katanya.

Libatkan Tiga Rusun

Sementara itu, Dovieke Angsana producer & Artistic Director mengatakan pada konser kali ini, pihaknya melibatkan tiga rusun yaitu Rawa Bebek, Daan Mogot, Pulo Gebang dengan mengikutsertakan 130 anak sebagai penari, 12 anak sebagai pemeran inti dan 40 anak sebagai penyanyi.

“Kami mendapatkan dukungan dari Gerakan Kepedulian Indonesia sebagai kordinator rusun dan tim dari Gloriamus yang melaksanakan pelatihan paduan suara,” ujarnya.

Akan ada sekitar 20 lagu-lagu Indonesia yang ditampilkan dan berbeda dari musical pertama, termasuk lagu anak-anak, tradisional, dan bahkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Chrisye ataupun Koes Plus.

Lagu-lagu tersebut diaransemen ulang oleh Soundkestra dan dikemas dengan berbagai genre yang lebih modern. Lagu-lagu yang akan dibawakan antara lain Janger, Marilah Kemari, Padang Bulan.

Selain itu, akan ada rangkaian medley lagu anak-anak seperti Anak Kambing Saya, Naik-naik ke Puncak Gunung, Semut-semut Kecil, dan banyak lagi, yang mungkin sudah tidak dikenal oleh anak-anak zaman sekarang.

Anak-anak ini dilatih oleh para pekerja seni yang mumpuni di bidang drama musical selama 2 bulan. Tiket Operet Aku Anak Rusun ‘Selendang Arimbi’ dapat dibeli mulai tanggal 25 September 2019 dengan harga mulai dari Rp350.000, dan pertunjukan akan diadakan pada 16 November 2019 di Ciputra Artpreneur.

Rina Ciputra Presiden Direktur Ciputra Artpreneur mengatakan bahwa ini merupakan kali kedua pihaknya membantu gerakan sosial yang diinisiasi oleh Veronica Tan setelah sukses dengan Operet Aku Anak Rusun pertama tahun 2017.

Dia pun berharap agar kegiatan sosial yang dijalankan secara komersil ini bisa terus berkelanjutan setidaknya dapat dilakukan dua tahun sekali.

“Senang sekali bisa melihat anak-anak rusun tampil di panggung kelas dunia, semoga acara ini bisa rutin dilakukan dua tahun sekali,” tuturnya.

Seluruh hasil penjualan tiket dan keuntungan sponsorship akan dikembalikan untuk pelatihan anak rusun yang dikoordinasi oleh yayasan nirlaba.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
seni, rusun, Veronica Tan

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top