Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bio Farma : Harga Vaksin Covid-19 Buatan Sinovac Rp200.000an

Menurutnya, Bio Farma berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah menghadirkan vaksin COVID-19 dengan harga yang terjangkau untuk memberi perlindungan bagi penduduk Indonesia.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  12:13 WIB
Uji kandidat vaksin Covid-19.  - Jhonson & Jhonson
Uji kandidat vaksin Covid-19. - Jhonson & Jhonson

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menyatakan harga vaksin Covid-19 buatan Sinovac bekerjasama dengan Bio Farma akan dibanderol sekitar Rp200.000an. 

Menurutnya, Bio Farma berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah menghadirkan vaksin COVID-19 dengan harga yang terjangkau untuk memberi perlindungan bagi penduduk Indonesia.

"Kisaran harganya Rp200.000. Harga untuk vaksin Covid-19 di Indonesia tidak akan memberatkan pemerintah," ujar Honesti dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnis.

Honesti melanjutkan, seperti penjelasan Sinovac, dalam penentuan harga vaksin Covid-19, ada beberapa faktor yang menentukan harga vaksin. Salah satu faktornya adalah tergantung pada investasi pada studi klinis fase 3 terutama dalam uji efikasi dalam skala besar.

Demikian juga dengan penentuan harga di Indonesia, mengikuti prinsip – prinsip tadi. Dengan kata lain, skema pemberian harga vaksin Covid-19 ini, tidak dapat disamakan antar negara pembeli.

Berdasarkan data Bisnis.com per 15 September 2020, Menko Airlangga Hartarto mengatakan harga vaksin Sinovac akan dibanderol dengan harga US$10-20.

Jika dikonversikan ke rupiah dengan kurs dolar AS setara Rp15.000, maka untuk harga vaksin Sinovac senilai Rp300.000.

Airlangga menambahkan harga tersebut pun tergantung pada berapa kali dilakukan proses vaksinasi. Pasalnya, ada vaksin yang harus disuntikkan lebih dari satu kali.

Sementara itu, untuk menjaga dan menjamin kualitas vaksin Covid-19 mulai dari bahan baku dan lainnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan terbang ke Sinovac China untuk visit audit proses pengembangan dan produksi vaksin corona di fasilitas Sinovac di Beijing, China, termasuk LP POM MUI untuk melaksanakan audit halal.

BPOM juga akan memastikan fasilitas dan proses produksi Vaksin Covid-19 di Bio Farma memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)/Good Manufacturing Practice (GMP). Saat ini, uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 masih berjalan di minggu kedua Bulan Oktober 2020 ini. 

Data terakrhir menunjukan sampai dengan tanggal 9 Oktober 2020, 843 relawan yang sudah mendapat penyuntikan kedua, dan 449 relawan dalam tahap pengambilan darah pasca penyuntikan kedua/masuk periode monitoring. Hingga saat ini Uji Klinis tajap 3 berjalan lancar dan belum ada dilaporkan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) serius akibat pemberian suntikan calon vaksin Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Vaksin Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top