Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Makan Bersama Bisa Tularkan Covid-19? Waspadai Titik Lengah Berikut!

Ada titik lengah dalam kehidupan sehari-hari kita dan menjadi pintu masuk Virus Corona yang lupa kita waspadai.
Mutiara Nabila, Desyinta Nuraini
Mutiara Nabila, Desyinta Nuraini - Bisnis.com 26 Januari 2021  |  10:39 WIB
Ilustrasi - Pengunjung menikmati makanan di meja makan yang bersekat di pusat jajanan serba ada (pujasera) atau "food court" Pasar Atom, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (9/6/2020). - Antara/Moch Asim
Ilustrasi - Pengunjung menikmati makanan di meja makan yang bersekat di pusat jajanan serba ada (pujasera) atau "food court" Pasar Atom, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (9/6/2020). - Antara/Moch Asim

Bisnis.com, JAKARTA — Virus Corona, yang menurut peneliti asal AS Anthony R. Fehr dan Stanley Perlman berdiameter 125 nanometer atau 0,125 mikrometer, hingga kini masih menebarkan pandemi.

Fakta lain menyebutkan bahwa Virus Corona bisa bertahan lebih dari 10 menit di permukaan, termasuk tangan.

Sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut Virus Corona baru (Covid-19) dapat bertahan selama beberapa jam, bahkan beberapa hari.

Virus Corona juga tidak mati hanya dalam udara bersuhu 26-27 derajat Celcius. Radiasi sinar matahari tidak mampu secara seketika meningkatkan suhu udara sampai pada 56 derajat Celcius, demikian ditulis Antaranews.com 15 Maret 2020.

Apa pun data baru yang mungkin muncul kelak, hingga saat ini Covid-19 masih menjadi hal yang perlu diwaspadai. 

Vaksinasi tidak membuat ancaman Covid-19 segera mereda. Itu sebabnya, pentingnya untuk mencegah virus ini menghampiri kita. Salah satunya, kita menahan diri dulu untuk melakukan aktivitas makan secara bersama-sama.

Bahkan, Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meyakini dirinya terpapar Covid-19 saat makan.  Hal itu mungkin terjadi karena di saat makan, siapa pun harus melepas masker. 

Itu sebabnya, Doni menyerukan kepada masyarakat untuk sementara menghindari acara makan bersama guna mencegah penularan.

“Karena saat makan kita pasti lepas masker dan celah penularan terbuka. Sebaiknya saat makan, tidak ada orang lain di sekitar kita untuk mencegah tertular atau menulari. Untuk sementara, makan bisa sendiri atau terpisah dari orang lain, ” tutur Doni dalam keterangan resmi Satgas Penanganan Covid-19, Senin (25/1/2021).

Doni menuturkan selama seminggu memimpin langsung penanganan bencana di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan ada beberapa momen harus melepas masker ketika makan bersama orang lain. 

“Jadi saya yakin pada saat melepas masker dan makan itulah saya tertular," kata dia.

Doni, sejak gempa bumi melanda Sulawesi Barat pada Jumat dini hari, 15 Januari 2021 telah berada di lokasi bencana pada sore harinya. Dia berada di lokasi bencana, termasuk berkunjung ke Banjarmasin yang dilanda banjir bandang, selama seminggu sebelum kembali ke Jakarta pada Jumat sore (22/1/2021).

Doni menuturkan, dalam 11 bulan terakhir sejak mulai menangani pandemi Covid-19, selalu berusaha menghindari paparan virus dengan menuruti semua anjuran para pakar kesehatan. Namun, dari semua langkah pencegahan, rupanya tetap ada celah sehingga terpapar Virus Corona.

Sementara epidemolog Universitas Indonesia yang sekaligus Juru Bicara Nasional Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menduga aktivitas yang begitu padat dan melelahkan serta celah saat makan menjadi penyebab Virus Corona menginfeksi Doni Monardo.

“Ini menjadi pelajaran berharga bahwa kedisiplinan selama 11 bulan itu tetap ada celah seperti saat makan. Sebelumnya ada juga penelitian yang menemukan bahwa para tenaga kesehatan yang tertular saat mereka istirahat untuk makan dan terpaksa membuka masker,” ujar Wiku.

Selain itu, aktivitas yang padat dan melelahkan jadi faktor menurunnya imunitas seseorang sehingga menjadi lebih rentan terhadap penyakit. 

“Itulah mengapa, selain menjalankan protokol kesehatan dengan sangat ketat. Kita juga harus menjadi imunitas dengan istirahat cukup, makan bergizi, serta rutin berolahraga,” tambahnya.

Titik Lengah

Dokter spesialis penyakit dalam RA Adaninggar mengatakan ada titik lengah yang terkadang tidak disadari dan menjadi pintu masuk Virus Corona.

"Semakin tidak terkendalinya kasus Covid, virus bisa ada di mana-mana," ujar Adaninggar dikutip Bisnis dari akun Instagram pribadinya, Selasa (12/1/2021).

Menurut Adaninggar ada titik lengah yang perlu diwaspadai.

"Titik lengah ini adalah titik yang diincar virus untuk mencari kesempatan masuk ke tubuh," sebutnya

Titik lengah pertama saat di tempat kerja, sekolah dan tempat umum.

Anda bisa tertular Covid-19 saat makan bersama teman, banyak orang di lift, foto bersama dengan tidak menggunakan masker.

Kemudian saat rapat atau belajar kelompok, antrean, transportasi umum atau bersama, hingga toilet umum dan tempat wudu umum.

Kedua, di lingkungan rumah. Ini terjadi ketika makan bersama keluarga yang tidak serumah, beribadah di tempat ibadah, memanggil tukang servis atau pijat ke rumah, kumpul keluarga atau dengan teman yang tidak serumah, pegawai rumah pulang pergi, dan foto bersama dengan membuka masker.

Berikutnya menghadiri arisan, belanja ke pasar atau tukang sayur, dan membiarkan anak bermain dengan teman-temannya.

Ketiga, di lingkungan sosial. Titik lengah terjadi ketika makan di acara namun membuka masker, menghadiri acara pernikahan, menghadiri acara pemakaman, menghadiri pesta, dan foto bersama tanpa masker.

Keempat, aktivitas sehari-hari. Titik lengah yang perlu diwaspadai yaitu makan dan foto bersama teman dengan membuka masker, olahraga bersama teman atau orang yang tidak serumah serta mengunjungi mal, bioskop, bar, juga restoran.

Titik lengah lainnya yakni tinggal di asrama/kost, berbagi alat pribadi bersama tamu keluarga atau teman menginap di rumah-rumah kerabat.


Adaninggar menjelaskan titik lengah terbesar adalah saat bersama keluarga atau teman karena merasa aman. Apalagi bila sebelum berkumpul, sudah melakukan tes dan hasilnya negatif.

"Ingat, hasil tes bersifat realtime. Jadi hanya berlaku pada detik Anda diperiksa saja. Hasil negatif tidak menjamin Anda bebas dari virus," tegasnya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru

Sumber : Bisnis.com

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top