Vitamin D
Health

Sering Susah Fokus? Mungkin Tubuhmu Kekurangan Vitamin Ini!

Mutiara Nabila
Kamis, 29 Januari 2026 - 16:45
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pernahkah Anda mengalami hari-hari di mana Anda merasa sulit fokus, atau pikiran Anda tampak lebih lambat dari biasanya? Penyebabnya mungkin bukan karena gangguan atau kurangnya motivasi, tapi soal nutrisi. 

Nutrisi memainkan peran kunci dalam kesehatan otak, membentuk seberapa jernih kita berpikir dan berfungsi. Dalam beberapa kasus, kesulitan fokus mungkin menunjukkan kekurangan nutrisi alih-alih sekadar gangguan.

Salah satu kekurangan nutrisi yang paling umum yang dapat memengaruhi kesehatan otak adalah vitamin D. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa hanya satu dari tiga orang dewasa yang memiliki kadar nutrisi ini yang cukup.

Untuk lebih memahami hubungan ini, beberapa ahli untuk menjelaskan mengapa "vitamin sinar matahari" ini sangat penting untuk fokus yang lebih baik, kejernihan mental, dan kesehatan otak secara keseluruhan.

Manfaat Vitamin D untuk Otak

Vitamin D adalah nutrisi dan hormon penting yang paling dikenal karena mendukung kesehatan tulang dan fungsi kekebalan tubuh. Namun, vitamin ini juga memainkan peran penting dalam kesehatan otak dan sistem saraf, dengan kadar rendah yang dikaitkan dengan konsentrasi yang buruk, tidur, dan bahkan depresi.

Ahli gizi Avery Zenker, mengatakan efek dari rendahnya vitamin D tidak hanya dirasakan, tetapi bahkan dapat dilihat dalam pencitraan otak. 

“Kadar vitamin D yang rendah telah dikaitkan dengan jumlah materi otak yang abnormal, termasuk materi putih, abu-abu, dan hipokampus. Penurunan ini dapat meningkatkan risiko penurunan kognitif, demensia, dan stroke," ungkapnya, dilansir EatingWell, Kamis (29/1/2026). 

Kadar vitamin D yang rendah dapat membuat Anda merasa linglung, kurang termotivasi, atau membuat pengambilan keputusan terasa lebih sulit.

Mendukung Sinyal Neuron

Vitamin D mendukung kesehatan otak dengan membantu neuron dan sel glial berfungsi secara efisien. Neuron mengirimkan informasi di otak, sementara sel glial mendukung dan melindungi neuron tersebut, pada dasarnya membantu mereka berkomunikasi secara efektif.

Ketika vitamin D cukup, vitamin ini akan membantu mengatur sinyal saraf, peradangan, dan penggunaan energi seluler, proses yang penting untuk fokus, memori, dan fungsi kognitif secara keseluruhan.

“Kadar vitamin D yang rendah juga dikaitkan dengan peningkatan neuroinflamasi, kurangnya fokus, kelelahan, depresi, kecemasan, dan gangguan kognisi,” kata Zenker.

Vitamin D juga berperan dalam perkembangan otak dengan memengaruhi pertumbuhan saraf dan mielinisasi. Mielin bertindak seperti lapisan pelindung untuk serabut saraf, membantu sinyal bergerak secara efisien melalui sistem saraf. Tanpa isolasi ini, komunikasi melambat dan menjadi kurang efektif. 

Oleh karena itu, memenuhi kebutuhan vitamin D Anda membantu menjaga mielin yang sehat, mendukung perhatian dan pengambilan keputusan yang lebih baik.

Vitamin D yang cukup juga sangat penting selama perkembangan awal tetapi terus mendukung pemeliharaan mielin sepanjang hidup. Faktanya, kadar vitamin D yang rendah telah dikaitkan dengan beberapa kondisi neurologis, termasuk multiple sclerosis, penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, demensia, dan bahkan migrain. 

Membantu Mengatur Peradangan dan Suasana Hati

Selain untuk kesehatan otak, kadar vitamin D yang rendah juga dikaitkan dengan peningkatan peradangan di otak, yang dapat mempersulit sel-sel otak untuk berkomunikasi dengan jelas. 

Hal ini dapat berkontribusi pada gejala seperti suasana hati yang buruk, depresi, kecemasan, dan kesulitan berkonsentrasi.

“Vitamin D memiliki efek anti-inflamasi yang kuat pada seluruh tubuh, termasuk otak,” kata Ahli Gizi Shaira Daya. 

Vitamin ini membantu menjaga respons imun otak tetap terkendali dengan melindungi neuron dari kerusakan oksidatif, menciptakan lingkungan yang lebih tenang yang mendukung keseimbangan emosional dan kejernihan mental.

Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh yang Sehat

Vitamin D juga memainkan peran pengaturan yang penting dalam sistem kekebalan tubuh. 

“Kadar vitamin D yang rendah juga dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh kita, membuat kita berisiko terkena pilek dan flu,” kata Daya.

Bahkan aktivasi kekebalan kronis tingkat rendah dapat menyebabkan perasaan lelah, lesu secara mental, dan kurang fokus.

“Gejala-gejala ini mungkin lebih menonjol selama musim dingin, dan hujan ketika paparan sinar matahari lebih rendah,” kata Zenker. 

Ketika sistem kekebalan tubuh tidak seimbang, hal itu tidak hanya memengaruhi perasaan kita secara fisik, tetapi juga dapat muncul sebagai "kabut otak" dan energi rendah.

Dosis Vitamin D yang Tepat

Orang dewasa berusia 18–70 tahun disarankan untuk mendapatkan 15 mcg (600 IU) vitamin D per hari, sedangkan mereka yang berusia di atas 70 tahun sebaiknya mengonsumsi 20 mcg (800 IU). 

Adapun, individu yang didiagnosis kekurangan vitamin D mungkin memerlukan dosis yang lebih tinggi sesuai resep dokter.

“Tubuh kita memproduksi vitamin D ketika sinar matahari menyentuh kulit kita. Namun, faktor-faktor seperti tempat tinggal kita, musim dan waktu dalam setahun, atau warna kulit kita dapat memengaruhi seberapa banyak vitamin D yang dapat diproduksi tubuh kita dari sinar matahari,” kata Daya.

Sumber Makanan Vitamin D

Vitamin D tidak ditemukan dalam banyak makanan, tetapi beberapa makanan dapat membantu Anda memenuhi kebutuhan Anda seperti berikut ini:

• Ikan trout

• Ikan salmon sockeye

• Jamur putih yang terpapar UV

• Susu segar yang diperkaya vitamin D 

• Susu nabati yang diperkaya vitamin D

• Telur

• Keju cheddar

Meskipun bermanfaat, suplemen vitamin D juga mungkin direkomendasikan oleh penyedia layanan kesehatan Anda sebagai sumber yang lebih andal.

Selain memenuhi kebutuhan vitamin D Anda, kebiasaan gaya hidup lain dapat membantu mendukung kesehatan otak dan fokus, seperti berikut ini:

• Konsumsi Lemak Sehat. Vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak, artinya perlu dipadukan dengan sumber lemak, seperti minyak zaitun, untuk meningkatkan penyerapan. 

• Prioritaskan Vitamin B12, sebagai vitamin yang paling andal untuk fokus, kejernihan mental, dan pemikiran yang tajam. Vitamin ini mendukung fungsi saraf yang sehat, membantu menjaga mielin (lapisan pelindung di sekitar serabut saraf) dan memainkan peran penting dalam produksi energi otak.

• Berolahraga Secara Teratur. Olahraga meningkatkan aliran darah ke otak, membantu Anda merasa lebih tajam dan lebih fokus saat ini sekaligus mendukung kesehatan otak.

• Mempertahankan Kebiasaan Tidur yang Sehat. Tidur yang konsisten dan berkualitas tinggi memungkinkan otak untuk mengatur ulang dan mengkonsolidasi pembelajaran. Tidur teratur meningkatkan kesehatan otak dan dapat mencegah kehilangan ingatan.

• Kelola Stres. Praktik sederhana seperti bernapas, bergerak, atau menghabiskan waktu di luar ruangan membantu melindungi perhatian dan keseimbangan emosional. Tetap terlibat secara mental dan sosial juga mendukung kesehatan kognitif jangka panjang.

Add Bisnis.com as a preferred source on Google
Penulis : Mutiara Nabila
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro