Bisnis.com, JAKARTA — Kehamilan menjadi fase krusial yang menuntut kehati-hatian lebih tinggi, termasuk dalam penggunaan produk perawatan kulit.
Kandungan bahan kimia tertentu dalam skincare tidak hanya berisiko bagi kesehatan kulit ibu, tetapi juga berpotensi berdampak pada perkembangan janin, terutama bila digunakan tanpa pengawasan dan dalam jangka panjang.
Risiko ini semakin relevan di tengah maraknya peredaran produk kosmetik yang menjanjikan hasil instan, seperti kulit cerah atau putih dalam waktu singkat.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencatat temuan signifikan dari hasil pengawasan terhadap 731 klinik kecantikan di berbagai wilayah Indonesia pada 19–23 Februari 2024. Dalam periode tersebut, BPOM menemukan 51.791 produk kosmetik dengan nilai ekonomi sekitar Rp2,8 miliar.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 73,4 persen merupakan kosmetik tanpa izin edar, sementara 11,5 persen lainnya mengandung bahan kimia berbahaya. Bahan-bahan tersebut umumnya ditambahkan pada produk krim wajah untuk memberikan efek instan sesuai tingginya permintaan pasar, namun justru menyimpan risiko kesehatan jika digunakan secara tidak tepat, termasuk pada ibu hamil.
Data tersebut menjadi pengingat bahwa pemilihan produk perawatan kulit perlu dilakukan secara lebih cermat, terutama bagi ibu hamil, karena sejumlah kandungan tertentu berpotensi menimbulkan risiko jika digunakan tanpa kehati-hatian.
Berikut kandungan skincare yang perlu diwaspadai selama kehamilan:
1. Topical Retinoids
Retinoid topikal seperti tretinoin kerap digunakan untuk mengatasi jerawat dan tanda penuaan. Meski penyerapannya melalui kulit relatif rendah, bahan ini tetap berisiko terhadap perkembangan janin sehingga sebaiknya dihindari selama kehamilan.
2. Hydroquinone (agen pencerah kulit)
Hydroquinone memiliki tingkat penyerapan sistemik yang cukup tinggi dibandingkan bahan kosmetik lain. Paparan berlebihan dapat meningkatkan masuknya zat aktif ke dalam tubuh, sehingga penggunaannya selama kehamilan perlu dibatasi secara ketat.
3. Salicylic Acid
Asam salisilat umum ditemukan dalam produk jerawat dan eksfoliasi. Penyerapan melalui kulit tergolong kecil, sehingga risikonya relatif rendah bila digunakan terbatas dan tidak berlebihan.
4. Benzoyl Peroxide
Benzoyl peroxide yang diaplikasikan ke kulit sebagian besar akan terurai dan dikeluarkan oleh tubuh. Dengan penyerapan sistemik yang sangat minimal, bahan ini umumnya aman bila digunakan secara wajar selama kehamilan.
5. Glycolic Acid
Glycolic acid termasuk golongan AHA yang digunakan untuk memperbaiki tekstur kulit. Penyerapan ke dalam tubuh sangat kecil, sehingga pemakaian topikal dalam kadar kosmetik umumnya tidak menimbulkan risiko berarti.
6. Produk Self-tanning
Bahan aktif dalam produk self-tanning hanya terserap dalam jumlah sangat kecil. Dengan karakteristik tersebut, pemakaian topikal dinilai tidak membahayakan kehamilan.
7. Produk Penghilang dan Pemutih Rambut
Krim depilatori dan produk pemutih rambut mengandung zat kimia dengan penyerapan sistemik yang sangat rendah. Selama digunakan sesuai aturan dan tidak berlebihan, produk ini umumnya tidak menimbulkan masalah pada kehamilan.
8. Merkuri
Merkuri merupakan logam berat berbahaya yang kerap ditambahkan pada krim wajah sebagai bahan pemutih dan dapat terserap ke dalam tubuh melalui kulit maupun pernapasan. Paparan jangka panjang berisiko menimbulkan gangguan organ dan saraf, serta pada ibu hamil dapat menghambat perkembangan janin dan memicu cacat lahir.