Bisnis.com, JAKARTA — Hong Kong terus menunjukkan daya tariknya sebagai destinasi wisata internasional, termasuk bagi wisatawan dari Indonesia. Sepanjang tahun lalu, jumlah kunjungan wisatawan Indonesia ke kota tersebut tercatat mencapai ratusan ribu orang.
Hong Kong Tourism Board mencatat jumlah kunjungan wisatawan global mencapai sekitar 49,9 juta pada tahun lalu. Dari angka tersebut, sekitar 3,2 juta kunjungan berasal dari Asia Tenggara.
Direktur Regional Asia Tenggara Hong Kong Tourism Board, Liew Chian Jia, mengatakan kunjungan wisatawan Indonesia ke Hong Kong mencapai 382.000 orang sepanjang tahun lalu. Angka tersebut menjadi bagian dari total 49,9 juta kunjungan wisatawan global dan sekitar 3,2 juta kunjungan dari kawasan Asia Tenggara.
Dalam kata sambutannya, Liew menyampaikan apresiasi atas kepercayaan wisatawan yang terus memilih Hong Kong sebagai tujuan perjalanan. Menurutnya, peningkatan sekitar 4% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata di kota tersebut.
“Sebanyak 382.000 wisatawan dari Indonesia mengunjungi Hong Kong tahun lalu dan berkontribusi pada total 49,9 juta kunjungan global serta 3,2 juta dari Asia Tenggara. Angka ini meningkat sekitar 4% dibandingkan tahun sebelumnya dan kami sangat senang dengan hasil tersebut,” ujarnya dalam kata sambutan acara Ngabuburit & Buka Puasa Bersama yang diselenggarakan oleh HKTB, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).
Dia menambahkan kepercayaan wisatawan dari Indonesia, Asia Tenggara, hingga berbagai negara lain menjadi motivasi bagi Hong Kong untuk terus meningkatkan kualitas pengalaman wisata. Pemerintah dan pelaku industri pariwisata juga berupaya menghadirkan lebih banyak pilihan pengalaman budaya, kuliner, dan hiburan bagi wisatawan.
Menurutnya, Hong Kong juga terus memperkuat fasilitas yang ramah bagi wisatawan Muslim. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan pilihan makanan halal, fasilitas tempat ibadah, hingga berbagai layanan wisata yang lebih inklusif.
“Kepercayaan wisatawan dari Indonesia dan Asia Tenggara memperkuat komitmen kami untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih baik di Hong Kong. Hal ini mendorong kami untuk terus memperkenalkan budaya yang kaya serta pengalaman wisata yang semakin beragam,” katanya.
Hong Kong juga mendapat pengakuan sebagai destinasi wisata yang semakin ramah bagi wisatawan Muslim. Pengakuan tersebut tercermin dari peningkatan posisi Hong Kong dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) dan sejumlah penghargaan pariwisata halal internasional.
Sejumlah pelaku pariwisata di Hong Kong mulai meningkatkan layanan ramah bagi wisatawan Muslim. Beberapa hotel dan pusat konvensi juga menyediakan fasilitas yang mendukung kebutuhan wisatawan Muslim.
Salah satunya datang dari hotel Kowloon Shangri-La yang menghadirkan kembali buffet makan malam Ramadan. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman kuliner yang nyaman bagi wisatawan Muslim selama bulan Ramadan.
Liew juga berharap berbagai upaya meningkatkan layanan dapat semakin menarik minat wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke Hong Kong. Hong Kong Tourism Board juga menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan dari Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.
“Kami berharap dapat terus bekerja sama dengan berbagai mitra untuk mempromosikan Hong Kong sebagai destinasi liburan yang menyenangkan bagi wisatawan Muslim dari Indonesia dan Asia Tenggara,” tuturnya.