Suasana Umbul Brintik sebagai destinasi wisata lokal di Klaten, Jawa Tengah, Minggu (22/3/2026)/Bisnis
Travel

JELAJAH LEBARAN 2026: Geliat Bumdes Klaten Berdayakan Sumber Daya Lokal

I Putu Gede Rama Paramahamsa
Senin, 23 Maret 2026 - 07:41
Bagikan
Executive Brief
  • Bumdes Sumber Makmur di Klaten memanfaatkan potensi sumber daya lokal dengan mengelola Umbul Brintik, yang menjadi destinasi wisata dan terapi air, meningkatkan pendapatan desa dan memberikan lapangan kerja bagi warga setempat.
  • Umbul Brintik, yang menawarkan fasilitas hidroterapi dan kolam pemandian, menarik lebih dari 1.000 pengunjung per hari selama akhir pekan dan libur nasional, menghasilkan pendapatan harian hingga Rp25 juta.
  • Keberhasilan pengelolaan Umbul Brintik oleh Bumdes Sumber Makmur tidak hanya meningkatkan ekonomi desa, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi produktif yang menggabungkan wisata keluarga dan layanan kesehatan, seperti yang dialami oleh terapis lokal, Sugeng.

* Executive Brief ini dibantu dengan menggunakan AI

Bisnis.com, KLATEN – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) menjadi roda pemutar ekonomi penting di akar rumput. Bukan sekadar memberikan potensi lapangan pekerjaan, Bumdes juga memainkan peran penting untuk memastikan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.

Bumdes Sumber Makmur, Desa Malangjiwan, Klaten, Jawa Tengah menjadi salah satu lembaga yang berupaya memaksimalkan potensi sumher daya lokal di desa. Memiliki sejumlah mata air alami, Bumdes Sumber Makmur mampu memanfaatkannya sehingga mendorong pendapatan yang signifikan terhadap desa.

Destinasi wisata Umbul Brintik menjadi salah satu langkah Bumdes Sumber Makmur memaksimalkan potensi ekonomi lokal. Selain memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat, keberadaan Umbul Brintik juga memberikan opsi destinasi wisata anyar daerah setempat.

Bendahara Bumdes Sumber Makmur Dian Mulyani, menerangkan bahwa Umbul Brintik baru dipercantik oleh Bumdes sejak 2017. Asa memanfaatkan potensi lokal lahir dari kebutuhan untuk mampu berdikari.

"Didirikan oleh Bumdes itu sejak 2017 dan mulai menjadi umbul terapi pertama di Indonesia bahkan. Di sini memang kami lebih fokus ke hidroterapi," katanya saat ditemui Bisnis, Minggu (23/3/2026).

Memiliki sumber mata air yang masih jernih, Desa Malangwijan tidak menyia-nyiakan hal tersebut. Umbul Brintik segera menjelma destinasi wisata yang diburu tidak hanya oleh masyarakat lokal, juga oleh masyarakat luar Jawa.

Umbul Brintik memiliki sedikitnya 4 kolam pemandian. Tidak hanya berfungsi sebagai wisata air, Umbul Brintik juga menawarkan fasilitas terapi bagi para pengunjung.

Tidak tanggung-tanggung, pada periode weekend atau libur nasional, Umbul Brintik bahkan kerap mencatatkan lebih dari 1.000 pengunjung per hari.

Bahkan, pada per pukul 11.00 WIB Minggu (22/3/2026), Umbul Brintik telah mencatatkan lebih dari 1.000 pengunjung, menunjukkan lonjakan wisatawan yang cukup besar pada momentum libur Lebaran 2026.

"Untuk weekend itu per hari bisa Rp10 juta sampai Rp15 juta, Sabtu-Minggu. Tapi untuk event Lebaran atau hari raya, tanggal merah itu bisa sekitar Rp15 juta sampai Rp25 juta sehari," katanya.

Dibanderol seharga Rp15.000, para pelancong telah dapat menikmati segala fasilitas yang ada di Umbul Brintik, termasuk akses gratis terhadap beberapa kudapan yang tersedia, cek kesehatan, hingga terapi.

Dian, menerangkan bahwa pihaknya memang memusatkan layanan hidroterapi di Umbul Brintik. "Jadi bisa untuk terapi seperti strok, saraf kejepit biasanya yang di sini terapi. Dan kebanyakan, hampir seluruh Indonesia juga ke sini," kata Dian.

Dion, seorang warga lokal Klaten, merupakan pelanggan loyal yang rutin memanfaatkan layanan terapi di Umbul Brintik. Meski tidak memiliki keluhan kesehatan spesifik, ia tercatat melakukan kunjungan sebanyak dua hingga tiga kali setiap bulannya demi menjaga kebugaran fisik.

"Enak banget kalau dipegang [dipijat] kepalanya. Udah kayak ini, enggak bisa diomongin kalau enggak ngerasain sendiri," ungkapnya saat ditemui Bisnis di lokasi.

Dalam kunjungan kali ini, Dion hadir bersama keluarga besarnya. Sementara ia dan sang istri berfokus pada layanan terapi, anak-anaknya memanfaatkan fasilitas kolam khusus anak yang tersedia di kawasan tersebut.

Diferensiasi fasilitas di Umbul Brintik ini memungkinkan pemenuhan berbagai preferensi kebutuhan keluarga dalam satu kali kunjungan wisata.

Semula, Dion mendapatkan informasi Umbul Brintik dari seorang kawan. Sebab menyaksikan sendiri loyalitas pelanggan terapi, Dion turut secara berkala hadir untuk tidak hanya melancong bersama keluarga, juga menikmati terapi yang disediakan secara cuma-cuma di destinasi wisata ini.

"Kebetulan saya pas ke sini pertama kali, ketemu orang Jogja, sakit pinggang. Sudah sembuh katanya, tapi dia masih rutin setiap minggu ke sini. Dari Jogja jauh. Jadi saya percaya dengan orang itu dan akan merekomendasikan [Umbul Brintik] ke teman," katanya. 

Sediakan Lapangan Kerja

Keberhasilan Bumdes Sumber Makmur dalam mengelola Umbul Brintik tidak hanya tecermin dari angka kunjungan yang tinggi, tetapi juga kemampuannya dalam melakukan penyerapan tenaga kerja lokal.

Sugeng, salah satu terapis di Umbul Brintik, menjadi saksi tentang bagaimana potensi sumber daya desa mampu menjadi tumpuan ekonomi bagi warga sekitar.

Bagi Sugeng, kehadiran Umbul Brintik memberikan harapan baru terhadap lapangan kerja saat ini. Pada hari-hari biasa, Sugeng setidaknya melayani 7–10 pengunjung yang mencari jasa terapi di Umbul Brintik.

Namun, saat momentum libur nasional maupun Lebaran, intensitas pekerjaannya meningkat signifikan hingga melayani lebih dari 15 pengunjung per hari.

"Merasa sangat terbantu, jadi ada lapangan kerja. Dari segi pengunjung juga ramai," ungkap Sugeng saat ditemui Bisnis, Minggu (23/3/2026).

Dampak ramainya kunjungan ini langsung dirasakan pada kantong para pekerja. Sugeng menerangkan bahwa dirinya mampu membukukan pendapatan rutin sekitar Rp1 juta setiap bulannya. Angka tersebut merupakan pendapatan dasar yang belum termasuk tips sukarela yang kerap diberikan oleh pelanggan sebagai apresiasi atas jasa terapinya.

Kisah Sugeng menjadi potret kecil bagaimana Bumdes berhasil mengonversi sumber daya lokal menjadi ekosistem ekonomi yang produktif.  Memadukan unsur wisata keluarga dan layanan kesehatan, Umbul Brintik tidak hanya menjadi mesin baru bagi pendapatan asli desa, tetapi juga menjaga stabilitas daya beli masyarakat lokal melalui ketersediaan lapangan pekerjaan.

Add Bisnis.com as a preferred source on Google
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro