Bisnis.com, JAKARTA - Film horor berjudul Aku Harus Mati menuai kontroversi setelah iklan yang dipajang di baliho di sejumlah kota mendapat kritik dari netizen.
Di media sosial, film yang ditulis oleh Aroe Ama ini dinilai tak bagus dilihat untuk seseorang yang memiliki gangguan jiwa.
Judul "Aku Harus Mati" dengan gambar seram dinilai dapat memicu lonjakan emosional bagi seorang yang tidak stabil secara mental.
Setelah ramai dibicarakan publik di medsos, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menyampaikan bahwa baliho promosi film horor "Aku Harus Mati" bisa berdampak buruk pada kesehatan mental anak dan remaja, terutama mereka yang sudah memiliki kerentanan psikologis.
Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI dr. Piprim Basarah Yanuarso menyampaikan bahwa sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
"Kalau yang depresi berat, kemudian melihat banner itu, bisa jadi ada afirmasi untuk bunuh diri pada dirinya," kata dr. Piprim dikutip dari Antaranews, Selasa (7/4).
Ia juga menjelaskan bahwa judul film dan baliho dengan kalimat dan pilihan diksi semacam itu dapat menimbulkan kebingungan pada anak-anak.
"Anak-anak bisa bertanya, kenapa harus mati, sementara mereka diajarkan untuk semangat dan berprestasi. Bagi anak-anak dengan gangguan kesehatan mental, ini bisa sangat berbahaya dampaknya," katanya.
Sinopsis Aku Harus Mati
Adapun diketahui, film dengan judul Aku Harus Mati memiliki genre horor yang mengikuti kisah Mala (Hana Saraswati), seorang yatim piatu. Namun seiring tumbuh kembangnya, ia terjebak dalam gaya hidup hedonistik.
Ia pun kerap mengejar kemewahan hingga akhirnya terjerumus dalam lingkaran utang pinjaman online (pinjol) dan paylater.
Mala yang putus asa, kemudian memutuskan kembali ke panti asuhan tempat ia dibesarkan dan bertemu kembali dengan sahabat masa kecilnya yang bernama Tiwi (Amara Sophie) dan Nugra (Prasetya Agni), serta Ki Jago (Bambang Paningron).
Saat tiba di sana, bukan ketenangan yang ia dapatkan. Ia justru mendapat kejutan dengan mata batinnya yang tiba-tiba secara misterius.
Dirinya pun harus menghadapi kenyataan kelam tentang asal-usulnya, termasuk perjanjian iblis yang mengorbankan orang-orang terdekat demi kesuksesan.