Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI, dr. Rodman Tarigan/tangkapan layar zoom meeting. Bisnis. Angel Rinella
Health

Vaksinasi Anak Sangat Penting! IDAI Imbau Orang Tua Abaikan Mitos yang Menyesatkan

Angel Rinella
Rabu, 6 Mei 2026 - 04:10
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Vaksinasi anak hingga kini tetap menjadi langkah penting dalam melindungi anak dari berbagai penyakit menular yang berpotensi menimbulkan komplikasi berat.

Namun, di tengah upaya peningkatan cakupan imunisasi, tantangan berupa keraguan orang tua masih muncul akibat maraknya mitos, hoaks, dan informasi yang tidak berbasis ilmiah.

Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI, dr. Rodman Tarigan, menegaskan bahwa vaksinasi memiliki peran krusial dalam mencegah penyakit sekaligus menekan resiko kecacatan hingga kematian pada anak.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan lagi ketersediaan vaksin, melainkan kemampuan masyarakat dalam memilah nformasi yang benar dan keliru.

“Vaksinasi bukan hanya mencegah anak terkena penyakit, tetapi juga menurunkan risiko komplikasi berat, kecacatan, bahkan kematian. Masalahnya, informasi yang salah terus berulang hingga akhirnya dipercaya sebagai kebenaran,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (5/5/2026).

Salah satu mitos yang masih beredar adalah anggapan bahwa pemberian beberapa vaksin sekaligus dapat membebani sistem imun anak.

Padahal, berbagai penelitian menunjukkan sistem imun anak tetap mampu merespons vaksin multipel dengan baik, bahkan paparan kuman harian dari lingkungan jauh lebih besar dibandingkan antigen dalam vaksin.

Selain itu, masih ada keyakinan bahwa pola hidup sehat, nutrisi, dan kebersihan lingkungan sudah cukup untuk melindungi anak dari penyakit menular.

Dr. Rodman menegaskan, faktor tersebut memang penting, namun tidak menggantikan fungsi vaksin yang memberikan perlindungan spesifik terhadap penyakit tertentu.

“Anak yang hidup sehat tetap berisiko tertular penyakit jika tidak memiliki kekebalan spesifik. Karena itu, pola hidup sehat tidak bisa menggantikan vaksin yang memang dirancang untuk mencegah penyakit tertentu,” terangnya.

Isu yang beredar di masyarakat menyebutkan adanya anggapan bahwa vaksin berkaitan dengan autisme. Pengurus IDAI tersebut menegaskan tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan hubungan antara vaksin dan autisme, termasuk dari berbagai studi berskala besar di berbagai negara.

Selain itu, muncul pula klaim bahwa vaksin mengandung microchip untuk pelacakan.

Dr. Rodman menepis keras narasi tersebut dan menegaskan bahwa proses produksi vaksin diawasi ketat oleh regulator kesehatan dari hulu hingga hilir.

“Secara teknis itu tidak mungkin. Vaksin melewati proses pengawasan berlapis, sehingga narasi adanya microchip untuk pelacakan sama sekali tidak berdasar,” tegasnya.

Dia juga mengingatkan bahwa risiko kesehatan jauh lebih besar ketika anak tidak mendapatkan imunisasi lengkap, termasuk potensi komplikasi berat dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.

Dalam praktiknya, masih ditemukan kasus campak yang berkembang menjadi pneumonia pada anak dengan status imunisasi tidak lengkap.

Karena itu, dr. Rodman menghimbau orang tua untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak jelas sumbernya dan lebih aktif mencari rujukan medis yang kredibel.

Dia juga menyarankan agar masyarakat berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan apabila masih memiliki keraguan terkait imunisasi.

“Jangan sampai kita kehilangan generasi yang sehat hanya karena percaya pada informasi yang tidak benar. Anak-anak hari ini adalah penentu kualitas generasi masa depan,” pungkasnya.

Add Bisnis.com as a preferred source on Google
Penulis : Angel Rinella
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro