Pedagang memilah biji kopi di gerai Dunia Kopi Pasar Santa, Jakarta, Rabu (18/6/2025). Bisnis/Himawan L Nugraha
Health

Fakta Baru! Peneliti Ungkap Kopi Pengaruhi Kesehatan Usus dan Mental

Angel Rinella
Minggu, 10 Mei 2026 - 10:50
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Sebuah studi di Irlandia mengungkap bahwa kopi tidak hanya berdampak pada energi tubuh, tetapi juga dapat mempengaruhi kesehatan usus serta suasana hati melalui hubungan antara sistem pencernaan dan otak.

Penelitian yang dilakukan APC Microbiome Ireland di University College Cork ini meneliti bagaimana kopi berinteraksi dengan gut-brain axis, yaitu jalur komunikasi antara usus dan otak.

Peneliti utama, Prof. John Cryan dari APC Microbiome Ireland, menjelaskan bahwa hubungan antara kesehatan pencernaan dan mental kini semakin banyak dipahami, namun mekanisme kerja kopi dalam sistem tersebut masih terus diteliti.

“Minat masyarakat terhadap kesehatan usus meningkat pesat. Hubungan antara kesehatan pencernaan dan kesehatan mental juga semakin dipahami, tetapi bagaimana kopi memengaruhi sumbu komunikasi usus dan otak masih belum sepenuhnya jelas. Temuan kami menunjukkan kopi dapat mengubah aktivitas mikroba dan metabolitnya, sehingga berpotensi mendukung kesehatan mikrobioma,” ujarnya dalam publikasi penelitian tersebut, dikutip Kamis (7/5/2026).

Studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications itu melibatkan 31 peminum kopi rutin dan 31 orang yang tidak mengonsumsi kopi untuk membandingkan perubahan mikrobiota usus dan kondisi psikologis.

Dalam penelitian tersebut, peminum kopi didefinisikan sebagai individu yang mengkonsumsi sekitar 3–5 cangkir per hari, yang masih berada dalam batas konsumsi moderat menurut European Food Safety Authority (EFSA).

Pada tahap awal, kelompok peminum kopi diminta berhenti mengkonsumsi kopi selama dua minggu untuk mengamati perubahan biologis yang terjadi.

Hasilnya menunjukkan adanya perubahan signifikan pada metabolit mikroba usus pada kelompok peminum kopi dibandingkan kelompok non-peminum selama periode tersebut.

Setelah fase penghentian, kopi kembali diberikan secara acak dalam bentuk berkafein dan tanpa kafein tanpa diketahui peserta untuk melihat respons tubuh secara objektif.

Hasilnya, kedua kelompok sama-sama melaporkan perbaikan suasana hati, termasuk penurunan stres, depresi, dan impulsivitas, yang menunjukkan bahwa efek kopi tidak hanya bergantung pada kandungan kafein.

Selain itu, peneliti menemukan perbedaan komposisi bakteri usus pada peminum kopi dibandingkan non-peminum.

“Kelompok peminum kopi menunjukkan peningkatan bakteri seperti Eggertella sp dan Cryptobacterium curtum yang diduga berperan dalam metabolisme di sistem pencernaan serta membantu melindungi tubuh dari bakteri berbahaya,” jelas Prof. John Cryan.

Dia menambahkan bahwa peningkatan bakteri Firmicutes juga berkaitan dengan respons emosi yang lebih positif, terutama pada perempuan dalam studi tersebut.

Dari sisi kognitif, kopi tanpa kafein justru menunjukkan hasil menarik karena hanya kelompok ini yang mengalami peningkatan kemampuan belajar dan daya ingat.

Temuan ini mengindikasikan bahwa senyawa lain selain kafein, seperti polifenol, kemungkinan memiliki peran dalam efek tersebut.

Sementara itu, kopi berkafein memberikan efek berbeda berupa penurunan kecemasan, peningkatan fokus, serta kewaspadaan yang lebih baik.

Kafein juga dikaitkan dengan potensi penurunan risiko peradangan dalam tubuh berdasarkan hasil penelitian tersebut.

Peneliti menyimpulkan bahwa kopi memiliki efek kompleks yang tidak hanya bergantung pada kafein, tetapi juga pada interaksi dengan mikrobioma usus.

Prof. John Cryan menegaskan bahwa temuan ini menunjukkan kopi bekerja melalui mekanisme yang lebih luas yang mempengaruhi mikroba usus, metabolisme, dan kesehatan mental secara keseluruhan.

“Temuan ini menunjukkan bahwa kopi memiliki efek yang kompleks dan tidak hanya bergantung pada kafein, tetapi juga pada interaksi dengan mikrobioma usus yang berperan dalam metabolisme tubuh serta kesehatan mental. Dengan hasil ini, kopi berpotensi menjadi bagian dari pola makan sehat yang mendukung keseimbangan pencernaan dan kondisi emosional jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat,” tegasnya.

Add Bisnis.com as a preferred source on Google
Penulis : Angel Rinella
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro