Ilustrasi pelecehan seksual terhadap perempuan. Dok Freepik
Relationship

Waspada! Ini Faktor yang Memicu Kekerasan dalam Hubungan Menurut Psikolog

Newswire
Kamis, 25 Juni 2026 - 14:44
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi munculnya perilaku kekerasan pada seseorang dalam sebuah hubungan.

Psikolog dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Samantara Clara Elsener, S.Psi, M.Psi mengatakan bahwa faktor latar belakang keluarga, pola asuh, dan lingkungan bisa menjadi pemicu.

Menurutnya, anak-anak yang dibesarkan dengan pola asuh kasar bisa menganggap tindakan kekerasan seperti memukul dan memaki sebagai bentuk disiplin atau cara yang dapat diterima untuk mengendalikan orang lain.

"Jika sejak kecil seorang anak dibesarkan dalam lingkungan yang menganggap pukulan, makian, dan kurungan adalah cara menyelesaikan masalah atau bentuk disiplin, otak mereka akan mencatat bahwa kekerasan itu wajar dilakukan ketika sedang marah atau ingin mengatur orang," katanya dikutip dari Antaranews, Kamis (25/6).

Samanta mengatakan bahwa pengalaman masa kecil yang buruk juga dapat mempengaruhi perkembangan emosi seseorang sampai dewasa.

Kemudian, anak yang mengalami atau menyaksikan kekerasan dalam rumah tangga juga berpeluang mengalami gangguan perkembangan emosional jika tidak mendapatkan penanganan yang memadai.

"Ketika dewasa, beberapa orang yang tidak mendapatkan pemulihan trauma akan mengubah peran mereka, dari yang dulunya korban menjadi pelaku agar mereka tidak merasa lemah lagi," katanya.

Meskipun begitu, Samanta mengatakan bahwa pengalaman masa kecil yang buruk tidak otomatis membuat seseorang menjadi pelaku kekerasan.

Menurut dia, banyak individu yang semasa kecil memiliki pengalaman buruk bisa memutus siklus kekerasan dengan dukungan sosial, pendidikan, dan bantuan profesional.

Selain latar belakang keluarga, pola asuh, dan pengalaman buruk pada masa kecil, kondisi lingkungan sosial juga berperan dalam pembentukan perilaku seseorang.

Add Bisnis.com as a preferred source on Google
Penulis : Newswire
Sumber : Antaranews
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro