THE ARTIST: Film terbaik Oscar 2012, diputar di Jakarta

 
Zulkarnaini Muchtar
Zulkarnaini Muchtar - Bisnis.com 04 April 2012  |  16:56 WIB

 

 

JAKARTA: Kedutaan Besar Prancis dan Institut Prancis di Indonesia (IFI) akan memutar film khusus The Artist yang merupakan film terbaik Oscar 2012 di Djakarta Theater XXI, malam ini, pukul 20.00 WIB.

 

Penghargaan yang diraih film tersebut pada Oscar 2012 itu adalah film terbaik, aktor Prancis Jean Dujardin memenangkan Oscar untuk katagori aktor terbaik, Michel Hazanavicius meraih penghargaan sutradara terbaik, original soundtrack terbaik dan kostum terbaik.

 

Film yang dibintangi oleh aktor film bisu George Valentin (Jean Dujardin) pada era 20-an di Hollywood itu, diperkenalkan kepada publik di Cannes pada Mei 2011. Flm tersebut dibeli oleh para distributor dari seluruh dunia, salah satunya adalah distributor AS, Weinstein Company.

 

Kemenangan sebelumnya di antaranya penghargan tiga Golden Globe (film terbaik dan aktor terbaik untuk genre komedi, komedi musikal, dan original soundtrack terbaik) dan tujuh BAFTA (film terbaik, sutradara terbaik, skenario asli terbaik, aktor terbaik, original soundtrack terbaik, sinematografi terbaik, kostum terbaik) serta enam César (film terbaik, sutradara terbaik, aktris terbaik, original soundtrack terbaik, sinematografi terbaik, tata artistik terbaik).

 

 

Menurut siaran pers dari Institut Perancis di Indonesia, film tersebut disutradarai oleh Michel Hazanavicius yang sudah dikenal melalui filmnya OSS 177: Le Caire, nid d’éspion, pada 2006. Tim yang bekerja untuk kesuksesan film 2006 itu sama dengan tim The Artist yang aktor-aktor utama yang sama (Jean Dujardin dan Bérénice Béjot) dan produsernya juga sama, Thomas Langmann.

 

 

Produser Thomas Langmann, menurut rilisnya, adalah putra dari Claude Berri, yang diakui sebagai salah satu produser film terbesar di Prancis (Polanski, Patrice Chéreau, Claude Zidi, Bertrand Blier, Claude Sautet, Milos Forman, Jean-Jacques Annaud, Jacques Demy, Costa-Gavras), juga sebagai sutradara berbakat (Jean de Florette, Manon des Sources, Tchao Pantin, Germinal), dan terakhir sebagai aktor.

 

Produser film tersebut lahir dari keluarga pecinta film dan hal itu terlihat dalam filmnya yang didedikasikannya untuk film-film bisu antara lain film Charlie Chaplin, Les Lumières sur la ville, dan Les temps modernes yang tetap terbit meski film-film bersuara sudah bermunculan.(msb)

 

 

*) Untuk membaca berita-berita dan memperoleh referensi terpercaya dari harian Bisnis Indonesia, silahkan klik epaper.bisnis.com. Anda juga bisa berlangganan epaper Bisnis Indonesia dengan register langsung ke Bisnis Indonesia edisi digital. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Reni Efita Hendry

Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top