Sineas Remaja Natasha Dematra Raih Penghargaan di IndieFest Film Awards 2015

Sineas remaja Natasha Dematra mendapat penghargaan Award of Recognition dari filmnya yang berjudul Tears of Ghost dalam acara IndieFest Film Awards 2015 di San Diego, Amerika Serikat.
Duwi Setiya Ariyanti | 19 Agustus 2015 10:46 WIB
Roll Film. - gradunion.cam.ac

Bisnis.com, JAKARTA- Sineas remaja Natasha Dematra mendapat penghargaan Award of Recognition dari filmnya yang berjudul Tears of Ghost dalam acara IndieFest Film Awards 2015 di San Diego, Amerika Serikat.

Dari keterangan pers yang diterima Bisnis.com, Selasa (19/8/2015), Natasha mendapat penghargaan ini karena kiprahnya di dunia film dengan usia belia.

Film tersebut dibuat ketika dara yang merangkap sebagai produser, sutradara, pemeran utama, editor, music director, dan penyanyi ini berusia 15 tahun serta baru rampung saat dia menginjak 17 tahun.

Direktur Festival IndieFest Film Awards Rick Pricket mengatakan persaingan begitu ketat. Pasalnya, peserta datang seluruh penjuru untuk mendapat penilaian dari juri yang berasal dari para profesional di bidang film.

Acara yang digelar sejak 2008 itu juga pernah memberiikan penghargaan kepada aktor dan aktris Hollywood yaitu Liam Neeson, Lawrence Hott, dan Chris Gero.

Sebelumnya, Natasha pernah mencatatkan rekor sebagai sutradara perempuan termuda karena membuat film berjudul Mama, Aku Harus Pergi yang diadaptasi dari novel dengan judul yang sama. Dengan prestasi itu, dara kelahiran 9 April 1998 tersebut menyelesaikannya saat anak seusianya masih sibuk bermain yaitu 11 tahun.

Tak saja Natasha, ayahnya Damien Dematra pun memenangkan penghargaan yang sama untuk Feature Film berjudul Si Anak Kampoeng. Film yang bercerita tentang masa kehidupan Buya Syafii Maarif dari Desa Sumpus Kudus, Sumatra Barat hingga melewati banyak pergolakan untuk meraih cita-citanya.

Film tersebut melibatkan aktor dan aktris seperti Pong Hardjatmo, Ayu Azhari, Inggrid Widjanarko, Radhit Syam, dan Virda Anggraini.

Menurut Damien, kesempatan para sineas Indonesia menjadi pemenang menjadi penanda agar pemerintah bisa lebih memperhatikan kelangsungan film dalam negeri. Pasalnya, film Hollywood masih memiliki penonton lebih banyak daripada film hasil produksi sineas lokal.

"Semoga kemenangan film-film Indonesia ini dapat menjadi hadiah sekaligus pemicu agar pemerintah dapat segera 'memerdekakan' film Indonesia dari penjajahana la Hollywood," katanya.

Tag : film indonesia
Editor : Andhina Wulandari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top