Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Anak Dikasari Guru, Orangtua Sebaiknya Lakukan Hal Berikut

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumatera Barat, Zainal Akil, meminta orangtua siswa agar mengonfirmasi kepada pihak sekolah, jika anak mengadukan telah diperlakukan kasar oleh gurunya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 Agustus 2016  |  16:25 WIB
Ilustrasi anak mendapat perlakuan kasar. - Antara
Ilustrasi anak mendapat perlakuan kasar. - Antara

Bisnis.com, PADANG - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumatera Barat, Zainal Akil, meminta orangtua siswa agar mengonfirmasi kepada pihak sekolah, jika anak mengadukan telah diperlakukan kasar oleh gurunya.

"Adanya perlakuan kasar oleh guru terhadap siswa pasti ada alasannya, karena itu mintalah penjelasan kepada pihak sekolah. Jangan langsung memukul guru atau mengadukan kepada polisi," kata dia di Padang Kamis (11/8/2016).

Dikatakan, seorang siswa yang berperilaku baik pasti akan diperlakukan gurunya dengan baik, dan jika ada anak yang mendapat teguran, cubitan atau yang lebih keras pukulan pasti ada alasannya.

"Memperlakukan siswa dengan kasar atau memukulnya, pasti ada alasan tertentu seperti misalnya anak tersebut berkata kurang ajar atau berbuat asusila," kata dia.

Setiap guru pasti menginginkan yang terbaik untuk anak didiknya, sehingga orang tua harus paham bagaimana buah hatinya berkembang, dan tidak serta merta menerima pengaduan dari anak.

"Saya rasa masih dalam batas kewajaran ketika ada anak yang melawan kepada guru, kemudian guru memberi sanksi dan sebetulnya hal tersebut juga bertujuan untuk mendidik anak," jelas Zainal.

Dikatakan, guru juga dilindungi oleh undang-undang sehingga ketika melaporkan ke polisi, maka dipahami dulu kesalahan apa yang dilakukan oleh guru tersebut.

Jika guru melanggar kode etik, bisa ditindak lanjuti, tapi jika hanya mencubit sedikit saja guru langsung diadukan, tentu ini berlebihan.

Dia meminta para orangtua juga harus ikut andil dalam mendidik dan mengontrol perkembangan anak, sebab sekolah tidak bisa mengawasi siswa selama 24 jam.

"Jika hanya diserahkan kepada sekolah saja tentu orang tua tidak tahu bagaimana perkembangan anaknya, baik dalam segi akademis maupun untuk psikologisnya," tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kekerasan anak

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top