Teater Bunga Penutup Abad: Minke dan Annelis Bak Romeo and Juliet

Kehidupan Nyai Ontosoroh (Happy Salma) dan Minke (Reza Rahardian) semakin terpuruk setelah kepergian Annelies (Chelsea Islan) ke Belanda.
Atiqa Hanum | 25 Agustus 2016 21:08 WIB
Pementasan teater Bunga Penutup Abad - Atiqa Hanum

Bisnis.com, JAKARTA—Kehidupan Nyai Ontosoroh (Happy Salma) dan Minke (Reza Rahardian) semakin terpuruk setelah kepergian Annelies (Chelsea Islan) ke Belanda.

Nyai Ontosoroh, sang ibunda khawatir akan keberadaan Annelies dan mengutus seorang pegawainya untuk menemani kemana pun Annelies pergi, bernama Robert Jan Dapperste atau Panji Darman.

Kehidupan Annelies sejak berangkat dari pelabuhan Surabaya dikabarkan oleh Panji Darman melalui surat-suratnya yang dikirimkan pada Minke dan Nyai Ontosoroh. Surat-surat itu bercap pos dari berbagai tempat singgah kapal yang ditumpangi Annelies dan Panji Darman.

Minke selalu membacakan surat-surat itu pada Nyai Ontosoroh. Surat demi surat membuka sebuah pintu nostalgia antara mereka, juga kisah pertama kali Minke berkenalan dengan cintanya, Annelis. Tidak lupa cerita lucu yang disuguhkan dalam adegan sahabat Minke, Jean Marais (Lukman Sardi) untuk melukis Nyai Ontosoroh.

Mulai dari pujian, ciuman mesra hingga pelukan hangat yang diberikan Minke kepada Annelis dan akhirnya menjadi istrinya. Namun, Minke harus merelakan kepergian Annelis ke Belanda. Kesedihan tersebut membuat Minke ingin pergi ke Batavia melanjutkan sekolah menjadi dokter.

Belum jua Minke pergi, kabar buruk pun datang. Dalam surat Panji tertuang bahwa Annelis telah meninggal dunia. Kegelapan pun sontak mengerubungi rumah itu kebencian pun meradang.

Kisah yang diadaptasi dari novel Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa yang termasuk dalam seri novel Tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer ini sungguh memukau mengajak penontonnya membayangkan masa-masa itu.

Lakon berbakat dari para pemain sungguh teruji, tak ayal penonton dibuat terkesima, tertawa bahkan menangis. Sutradara pementasan Bunga Penutup Abad Wawan Sofwan sangat mengapresiasi para pemain yang berkomitmen untuk latihan intensif sehingga bisa menampilkan kemampuan maksimal mereka di atas panggung. Pramoedya Ananta Toer merupakan sastrawan besar Indonesia yang berjuang untuk terus menghidupkan dan mengangkat dunia sastra Indonesia ke tingkat yang lebih baik.

"Mengangkat novel karya sastrawan besar Indonesia ke atas panggung memiliki tantangan tersendiri dan dengan berbagai pertimbangan akhirnya dicoba untuk mengadaptasi Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa sehingga menjadi satu naskah yang utuh,” ujarnya.

Pementasan teater Bunga Penutup Abad ini memperlihatkan bukti komitmen, kerja keras dan kecintaan seluruh tim pendukung untuk memberi ruh pada karya novel dari sastrawan kebanggaan Indonesia yang digelar selama tiga hari mulai malam ini, 25 Agustus 2016, besok dan 27 Agustus 2016 di Gedung Kesenian Jakarta.

Pementasan ini juga didukung oleh orang-orang yang berdedikasi di bidangnya yaitu Ayu Dyah Pasha, Happy Salma, Melyana Tjahyadikarta dan Musa Widyatmodjo sebagai Produser, Iskandar Loedin (pimpinan Artistik), Allan Sebastian (penata panggung), Deden Jalaludin Bulqini (penata multimedia), Ricky Lionardi (penata musik), Deden Siswanto (penata kostum), Ritchie Ned Hansel (desainer grafis) dan dr. Tompi (fotografer).

Tag : teater, pentas
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top