Rio Dewanto Prihatin Konflik Agraria

Konflik agraria di Tanah Air yang seakan tak berujung menjadi perhatian aktor Rio Dewanto. Perjalanannya ke Desa Mekar Jaya, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada Desember tahun lalu melahirkan sebuah film dokumenter seputar konflik agraria di wilayah tersebut.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 03 Februari 2017  |  02:58 WIB
Rio Dewanto Prihatin Konflik Agraria
Rio Dewanto - Antara

Bisnis.com, JAKARTA-Konflik agraria di Tanah Air yang seakan tak berujung menjadi perhatian aktor Rio Dewanto. Perjalanannya ke Desa Mekar Jaya, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada Desember tahun lalu melahirkan sebuah film dokumenter seputar konflik agraria di wilayah tersebut.

Pada 16 Januari lalu, Rio merilis film tersebut di channel pribadinya di Youtube dengan judul Petani Mekar Jaya - Film Dokumenter Kunjungan Rio Dewanto ke Mekarjaya Langkat. Mengambil waktu durasi 13 menit, film ini menceritakan rasa pensaran Rio terhadap bentrok antar warga dan aparat di Desa Mekar Jaya pada November 2016. Dalam adegan pembuka, Rio berbicara kepeduliannya terhadap para petani muncul setelah terlibat dalam film Filosofi Kopi.

Bagi dia petani-petani itu harus dilindungi. Sebab jika tidak, maka ketahanan pangan Indonesia akan terancam. Menurut dia, para petani memiliki peran besar dalam ketahanan pangan, tetapi justru kenyataannya kerap terpinggirkan. Setelah membaca berita-berita tentang bentrokan di desa tersebut, Rio kemudian terbang menuju Langkat. Sesampainya di sana, Rio bersama-sama aktivis petani menuju lokasi konflik menggunakan mobil.

Di dalam film ini, Rio menyelipkan potongan-potongan video saat konflik meletus. Konflik terjadi saat petani berusaha menghalang-halangi alat berat menggusur perkebunannya. Hingga akhirnya para petani itu terlibat bentrok dengan aparat keamanan. Terlihat di dalam potongan video itu, seorang petani dihajar seorang aparat kemanan karena dianggap provokator. Ketika di desa, Rio berbincang-bincang dengan dua petani yang menjadi korban dan para aktivis.

Para petani itu mengisahkan kekerasan yang dialaminya saat konflik itu terjadi. Pada adegan lainnya Rio ikut pertemuan dengan para petani di sebuah tempat sederhana, beralaskan tikar dan beratap terpal. Dalam pertemuan itu para petani menyambut gembira kedatangan Rio ke desanya.

"Terima kasih adinda Rio," ujar salah seorang petani. Film ini menjadi cara Rio untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa masih ada konflik-konflik agraria yang terjadi. Kepada pemerintah, Rio berharap pemerintah turut membantu petani menyelesaikan sengketa ini. Petani selalu menjadi korban dalam konflik-konflik perebutan lahan.

Sebagai publik figur, Rio merasa terpanggil untuk membantu saudara-saudara se Tanah Airnya yang mengalami kekerasan dan terancam kehilangan mata pencaharian. Saat proses penggarapan, Rio mengaku sempat bermalam di rumah seorang petani untuk mendengar dan merasakan penderitaan mereka secara langsung.

"Ketika kami datang Anak-anak masih merasakan trauma akibat bentrokan yang sempat terjadi, mereka terlihat seperti ketakutan" ujar Rio seperti dilaporkan Antara. Melalui film dokumenter ini, Rio berkomitmen mengawal penyelesaian konflik agraria di Langkat hingga tuntas.

Di sisi lain, Rio berharap pemerintah berpihak kepada kaum tani. Pemerintah setempat, imbuhnya, mesti datang dan melihat dampak yang dihasilkan akibat konflik tersebut. "Selain itu, semoga pemerintah juga bisa datang dan melihat dampak dari konflik yang terjadi," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
konflik agraria, rio dewanto

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top