Hobi Menumpuk Barang, 82% Orang Indonesia Simpan 29 "Harta" Terpendam di Rumah Mereka

Meski kini banyak orang Indonesia yang melakukan penjualan dan pembelian di pasar preloved, sebagian besar masih belum menyadari adanya harta tersembunyi di rumah mereka.
Saeno | 26 September 2017 16:18 WIB
Ilustrasi - id.carousell.com

Bisnis.com, JAKARTA - Hobi membeli dan menumpuk barang di rumah bisa terjadi di mana saja, termasuk di Indonesia.

Meski kini banyak orang Indonesia yang melakukan penjualan dan pembelian di pasar preloved, sebagian besar masih belum menyadari adanya “harta” tersembunyi di rumah mereka.

Harta tersebut berupa benda yang tidak terpakai atau kurang dimanfaatkan di rumah.

Menurut survei yang dilakukan mobile classifieds marketplace Carousell bulan ini, 8 dari 10 orang Indonesia pernah membeli barang preloved. Sekitar 82%  dari mereka masih menyimpan setidaknya 29 barang yang tidak terpakai di rumah. Lebih dari 60% di antaranya merasa dapat menghasilkan hingga Rp5 juta apabila menjual semua barang tersebut.

Survei pasar preloved dari Carousell dirancang untuk mengungkap kebiasaan orang Indonesia ketika membeli dan menjual barang preloved secara online, terutama untuk kategori fashion, gadget, serta barang milik orang tua dan anak-anak.

Berdasar keterangan resmi Carousell, diterima Selasa (26/9/2017), survei dilakukan terhadap 1.000 orang di wilayah Jabodetabek, berusia antara 20-40 tahun, dengan pendapatan bulanan di atas Rp5 juta.

Survei juga menunjukkan bahwa orang Indonesia menjual barang-barang preloved untuk membantu mencapai mimpi mereka

Menghasilkan uang tambahan adalah alasan paling populer bagi orang Indonesia (lebih dari 75%). Mayoritas orang Indonesia (lebih dari 70%) memilih untuk menabungkan hasil penjualan, diikuti dengan menyumbangkannya atau membelanjakannya untuk kerabat atau kenalan (lebih dari 67%), dan menggunakannya untuk liburan impian (lebih dari 40%).

Olivia Lautner, Associate Country Manager, Carousell Indonesia mengatakan, "Nilai pada barang-barang yang tidak terpakai bisa sangat signifikan. Menurut data internal Carousell, pengguna Carousell bisa menghasilkan rata-rata Rp7,7 juta dengan menjual barang-barang yang tidak terpakai, jumlah ini bisa digunakan untuk membeli tiket perjalanan liburan impian ke Jepang atau Korea. Hal Ini mencerminkan penjualan preloved bisa menjadi tiket yang menjanjikan untuk memenuhi impian mereka."

Bagi pengguna Carousell seperti Dian Sonnerstedt, seorang ibu rumah tangga yang telah menggunakan Carousell sejak 2016, pasar preloved bisa memberikan kesenangan tersendiri, terutama apabila ada pelanggan yang mengungkapkan kepuasan mereka atas kualitas produk miliknya.

“Saya bisa menjual hingga 10 barang preloved per harinya, dan bahkan saya pernah menjual hingga Rp30 Juta dalam kurun waktu 3 bulan. Kesederhanaan aplikasi membuat saya termotivasi untuk mulai menjual barang di Carousell,” ujar Dian.

Pasar preloved yang berkembang pesat telah menjadi solusi yang lebih terjangkau bagi orang Indonesia untuk mengikuti tren terkini. Ketika membeli barang preloved, keinginan untuk menemukan produk langka atau barang unik menjadi motivasi utama bagi 72% orang Indonesia.

Hal ini diikuti dengan keinginan untuk mendapatkan penawaran menarik. Elektronik dan gadget muncul sebagai barang terpopuler yang paling diminati kebanyakan orang Indonesia untuk dihidupkan kembali di pasar preloved, diikuti oleh fashion dan barang bermerek.

Merek fashion paling populer di Carousell adalah Zara, Stradivarius, dan H&M, sedangkan merek elektronik yang paling banyak dicari adalah Samsung dan iPhone.

Carousell diluncurkan di Indonesia pada 2014.

Tag : survei
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top