Ini Tanda-tanda Hati Anda Penuh Lemak

Hati adalah organ terbesar kedua di tubuh kita. Hati memiliki banyak fungsi, yang paling penting adalah memecah lemak dari makanan yang kita makan, dan menyimpannya di jaringan adiposa.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 26 September 2017  |  08:39 WIB
Ini Tanda-tanda Hati Anda Penuh Lemak
Organ hati (liver) - boldsky

Bisnis.com, JAKARTA - Hati adalah organ terbesar kedua di tubuh kita. Hati memiliki banyak fungsi, yang paling penting adalah memecah lemak dari makanan yang kita makan, dan menyimpannya di jaringan adiposa.

Hati juga mengatur kadar gula darah di tubuh kita. Oleh karena itu, sangat penting menjaga kesehatan hati. Secara alami, hati memiliki sejumlah lemak yang tersimpan di dalamnya. Tapi, bila jumlah lemak meningkat, itu menyebabkan sejumlah masalah.

Seperti dikeahui, insulin mengubah gula dalam makanan menjadi glukosa. Kemudian, hati menyerap glukosa ini dan menyimpannya dalam bentuk glikogen.

Bila hati penuh dengan glikogen, maka diubah menjadi asam lemak dan menyimpannya di jaringan adiposa sebagai lemak tubuh. Meskipun sebagian besar lemak berakhir di jaringan lemak, beberapa di antaranya tetap berada di hati.

Hal ini menyebabkan penyakit hati berlemak dan merupakan penyebab umum diabetes tipe 2. Penyakit hati berlemak dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yakni penyakit hati berlemak nonalkoholik dan penyakit hati berlemak alkohol.

Penyakit hati belemak nonalkohol

Penyakit ini dialami mereka yang bukan peminum alkohol ‘berat’.  Biasanya penyakit ini terjadi karena keturunan. Hal ini sering terjadi pada orang paruh baya atau orang gemuk. Hal ini terjadi ketika hati tidak bisa memecah lemak secara efektif, sehingga lemak disimpan di hati itu sendiri.

Penyakit hati beralkohol

 Ini terjadi pada prang-orang yang peminum alkohol berat. Kondisi ini juga menurun dengan cara tertentu. Studi telah menemukan gen yang bertanggung jawab untuk membuat seseorang minum alkohol, menyebabkan kelebihan minum dan akhirnya muncul penyakit hati berlemak alkohol.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami penyebab penyakit hati berlemak dan mengambil langkah untuk mecegah, dan memperbaikinya. Berikut adalah beberapa gejala penyakit hati berlemak:

1.Kelelahan
Bila salah satu organ tubuh kita tidak berfungsi dengan baik, tubuh akan mencoba mengirim darah ekstra ke dalamnya untuk mengimbanginya. Hal ini menyebabkan kelelahan dan kehilangan energi yang tidak dapat dijelaskan.



2.Kehilangan selera makan
Kelebihan lemak di hati akan mencegah otak memicu kelaparan, yang berujung pada hilangnya nafsu makan.

3.Berat badan turun
Berat badan turun, karena hilangnya nafsu makan. Hal ini juga terjadi karena tubuh tidak mampu memetabolisme karbohidrat dan lemak yang ada.


4.Kurang konsentrasi
 Orang dengan penyakit hati berlemak sering mengalami pikiran kabur. Ini karena hati tidak mengeluarkan semua zat beracun dari tubuh. Dengan demikian orang mengalami 'kabut mental'.

5. Warna gelap pada kulit
 Karena hati tidak dapat menyaring lemak dan zat lain dari tubuh kita,  maka muncul perubahan warna pada kulit.

6. Sakit di perut
Hati kita terletak di perut bagian bawah. Karena kelebihan lemak yang tersimpan di dalamnya, hati membengkak dan menyebabkan rasa sakit di perut.

Demikian beberapa tanda khas penyakit hati berlemak. Sangat mudah untuk mengelola penyakit ini dengan perubahan gaya hidup yang benar. Misalnya, dengan tidak minum alkohol, menurunkan berat badan, dan makan makanan sehat, serta olahraga agar hati Anda tetap sehat.

 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
liver

Sumber : www.boldsky.com

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top