Perhatikan Ini Agar Tidak Terserang Stroke

Saat ini, stroke merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia, dengan angka kematian 19.79% dari total kematian dan tingkat kematian hingga 186,29 per 100.000 orang.
Nindya Aldila | 21 Mei 2018 00:40 WIB
Ilustrasi stroke iskemik - strokecenter.org

Bisnis.com, JAKARTA – Saat ini, stroke merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia, dengan angka kematian 19.79% dari total kematian dan tingkat kematian hingga 186,29 per 100.000 orang. 

Hal ini menempatkan Indonesia pada posisi nomor satu di dunia. Indonesia Stroke Registry, sebuah studi berbasis rumah sakit yang dilakukan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) bekerjasama dengan Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menemukan bahwa hipertensi merupakan faktor risiko stroke terbesar pada 77%.

Spesialis saraf Mursyid Bustami mengatakan tekanan darah yang tinggi akan merusak dinding arteri di seluruh tubuh, pembuluh darah yang rusak akibat hipertensi akan rentan tersumbat dan juga mudah pecah.

Dengan demikian penderita penyakit tekanan darah tinggi akan memiliki risiko yang tinggi terserang stroke baik stroke penyumbatan pembuluh darah (iskemik) atau stroke pecahnya pembuluh darah. 

"Oleh karenanya, sangat penting untuk mengendalikan tekanan darah guna menurunkan resiko stroke. Pada umumnya hipertensi tidak memiliki gejala yang khas, sehingga banyak orang tidak mengetahui bahwa dia telah menderita hipertensi," ujarnya, seperti dikutip dari siaran persnya Minggu (20/5). 

Di lain pihak, katanya, kesadaran masyarakat untuk memeriksakan tekanan darah secara rutin sangat rendah. Sebagian besar masyarakat baru mengetahui bahwa dia menderita hipertensi setelah terkena penyakit akibat hipertensi. Untuk mencegah penyakit akibat hipertensi, sangat diperlukan kesadaran akan pentingnya memeriksakan diri secara rutin dalam rangka deteksi dini.

Di samping mengecek, Mursyid menjelaskan pentingnya mengurangi garam dan mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran.  Kita juga sebaiknya menjaga berat badan pada angka ideal dan berolahraga teratur. Bagi mereka yang sudah terkena hipertensi, sebaiknya segera mendapatkan perawatan dan rajin memonitor tekanan darah.

Saat ini, sudah banyak alat yang bisa bermanfaat untuk melakukan pengecekan tekanan darah secara otomatis. Dengan demikian, tidak ada alasan lagi untuk malas mengetes tekanan darah secara mandiri. 

Tag : stroke
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top