Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Virus Corona: 243 WNI di 15 Titik Karantina Dinyatakan Aman

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan saat ini sebanyak 243 WNI tengah berada di 15 titik karantina di Provinsi Hubai, Tiongkok. Adapun dari jumlah tersebut, 100 di antaranya di Wuhan terdiri dari 84 mahasiswa dan 16 tamu negara yaitu mahasiswa dari luar Wuhan, profesor dan istri ekspatriat.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 29 Januari 2020  |  17:40 WIB
Sejumlah warga memakai masker saat berjalan menuju stasiun bawah tanah kereta subway di Kota Beijing, China, Selasa (21/1/2020). Wabah virus corona seperti Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), yang menyebar di China dan mencapai tiga negara Asia lainnya, disebut-sebut bisa menular dari manusia ke manusia. - Reuters
Sejumlah warga memakai masker saat berjalan menuju stasiun bawah tanah kereta subway di Kota Beijing, China, Selasa (21/1/2020). Wabah virus corona seperti Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), yang menyebar di China dan mencapai tiga negara Asia lainnya, disebut-sebut bisa menular dari manusia ke manusia. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan saat ini sebanyak 243 WNI tengah berada di 15 titik karantina di Provinsi Hubai, Tiongkok.  

Adapun dari jumlah tersebut, 100 di antaranya di Wuhan terdiri dari 84 mahasiswa dan 16 tamu negara yaitu mahasiswa dari luar Wuhan, profesor dan istri ekspatriat.

Kendati  begitu, WNI tersebut dinyatakan aman dan negatif terjangkit Novel Coronavirus atau virus  corona. Negara tetap akan memastikan keamanan dan keselamatan para WNI tersebut. Bahkan, Kemenlu sudah menyiapkan skema evakuasi apabila kondisinya dibutuhkan atau sudah dinyatakan status darurat 1.

“Kita buka opsi evakuasi, tapi perlu data lengkap dan status darurat 1. Saat ini masih berstatus darurat 2 jadi belum diperlukan evakuasi. Untuk rute evakuasi dan proses evakuasi sudah disiapkan sesuai standar kebijakan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok,” tutur Retno Marsudi dalam keterangannya, Rabu (29/1/2020).

Tidak hanya itu, dia memastikan kebutuhan logistik harian dan masker bagi WNI yang ada di Tiongkok, khususnya Kota Wuhan, terjamin dan telah dicukupi oleh pemerintah.

“Suplai logistik dilakukan melalui KBRI Beijing yang diserahkan kepada koordinator PPI di Wuhan,” katanya.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy  juga memastikan bahwa  Indonesia masih aman dari penyebaran virus corona jenis baru atau dikenal sebagai Novel Coronavirus (2019-nCOV).

Sebagai langkah awal pengamanan sekaligus untuk mencegah masuknya Novel Coronavirus ke Indonesia, Kementerian Perhubungan telah memberlakukan larangan penerbangan dari dan ke Wuhan, Tiongkok. Kota yang diduga kuat sebagai tempat awal ditemukannya kasus pneumonia berat akibat terjangkit Novel Coronavirus.

Tidak hanya itu, melalui kerja sama Kementerian Kesehatan, sebanyak 195 thermal scanner telah diaktifkan di 135 pintu masuk kedatangan internasional baik di bandara maupun pelabuhan guna mendeteksi potensi virus korona jenis baru tersebut.

“Yang penting adalah kita harus meningkatkan kewaspadaan setinggi-tingginya, melakukan antisipasi dan pencegahan sehingga Indonesia betul-betul bisa terhindar dari wabah yang bisa berbahaya ini. Tapi kita juga perlu bersiap-siap kalau memang harus terjadi,” katanya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

virus corona
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top