Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hal Penting yang Harus Diperhatikan Saat Negosiasi Gaji

Ketika berbicara tentang menegosiasikan gaji, banyak pendapat yang dianjurkan.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  13:42 WIB
Ilustrasi - Youtube
Ilustrasi - Youtube

Bisnis.com, JAKARTA - Ketika berbicara tentang menegosiasikan gaji, banyak pendapat yang dianjurkan.

Mulai dari keharusan memberikan penawaran, jangan menolak penawaran yang diberikan, atau bahkan juga bersikap jual mahal.

Tetapi penelitian baru ini dapat mengubah asumsi-asumsi itu dan membuat Anda memikirkan kembali cara Anda menegosiasikan kenaikan gaji atau nego gaji saat wawancara kerja.

Strategi menerima semua penawaran dianggap kuno dan terlalu picik jika dikaitkan dengan kebutuhan dan tanggung jawab pekerjaan yang harus Anda jalani.

Menurut para peneliti dari sekolah bisnis Wharton, perundingan yang seimbang atau menghindari negosiasi sepenuhnya bisa menjadi cara terbaik untuk mencapai negosiasi dengan tujuan jangka panjang.

"Kadang-kadang dengan menjadi lebih tegas, dengan menjadi lebih agresif, Anda mungkin berakhir dengan hasil negosiasi yang lebih baik. Tetapi pada akhirnya, melalui proses itu, menciptakan konflik yang menyebabkan Anda berakhir dengan nilai yang lebih buruk secara keseluruhan," demikian pendapat profesor Maurice Schweitzer.

Sebaliknya, proses negosiasi adalah bagian dari hubungan yang lebih luas yang dimiliki oleh pekerja dan perusahaan.

Penelitian, hasil kerja sama dengan ilmuwan data Uber dan peneliti postdoctoral Einav Hart itu, mempelajari 1.200 peserta untuk mengukur kinerja pascanegosiasi mereka. Enam percobaan dimasukkan dalam makalah akhir yang berjudul "Getting to less: Ketika negosiasi merugikan kinerja pasca-perjanjian."

Temuan menunjukkan bahwa proses negosiasi harus dilihat sebagai hubungan yang berkelanjutan dan saling menguntungkan. Negosiasi menyamakan proses untuk tawar-menawar harga. Untuk mendapatkan win win solution.

Einav Hart Wharton, peneliti postdoctoral mengatakan dalam banyak kasus negosiasi hanyalah awal dari hubungan atau interaksi kita.

"Bukannya ketika kita meninggalkan meja semua orang lupa apa yang telah terjadi. Mereka ingat kesepatan dan bagaimana mencapai hasil itu, dan membentuk persepsi satu sama lain.  Hubungan ini dapat memiliki implikasi jangka panjang di luar meja negosiasi, ”lanjutnya.

Para penulis mengatakan temuan ini harus mendorong karyawan dan pengusaha untuk mengambil pandangan jangka panjang. Sebelum memulai negosiasi, mereka merekomendasikan untuk mempertimbangkan dua hal: Pertama, apakah Anda harus melakukan negosiasi sama sekali; dan kedua, bagaimana proses tersebut dapat menyoroti konflik atau, sebaliknya, membangun hubungan baik.

“Kita harus benar-benar memperhatikan jenis hubungan yang kita kembangkan, "kata Schweitzer.

“Salah satu ide kunci yang perlu kita ingat adalah bagaimana kita mengelola proses berinteraksi dengan orang lain sehingga kita tidak menyoroti poin-poin konflik dan membuat rekan kita merasa seolah-olah kepentingan mereka pada dasarnya bertentangan dengan kita,” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gaji

Sumber : cnbc

Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top