Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Jamu kunyit asam - Istimewa
Premium

‘Mitos’ Jamu dan Virus Corona

24 Februari 2020 | 20:50 WIB
Jamu diperbincangkan luas di sosial media twitter setelah KBRI Tokyo mengabarkan bahwa pihaknya telah mengirimkan sejumlah bantuan, diantaranya jamu, kepada 78 Warga Negara Indonesia (WNI) yang sedang dikarantina di atas kapal Diamond Princess, di Yokohama, Jepang.

Bisnis.com,  JAKARTA — Sejak lama, jamu dipercaya khasiatnya untuk menjaga kesehatan hingga menggobati penyakit. Tak jarang, orang rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengolah jamu. Rasa pahit jamu pun tidak lagi dirasakan karena khasiatnya dipercaya untuk meningkatkan ketahanan tubuh.

Namun, dengan kemajuan teknologi, kini jamu bisa dinikmati kapanpun dan memiliki pilihan rasa yang beragam. Produk jamu kembali dibicarakan ketika wabah virus corona yang saat ini disebut Covid 19 menyerang sejumlah negara.

Kemujaraban jamu diperbincangkan luas di sosial media twitter setelah KBRI Tokyo mengabarkan bahwa pihaknya telah mengirimkan sejumlah bantuan kepada 78 Warga Negara Indonesia (WNI) yang sedang dikarantina di atas kapal Diamond Princess, di Yokohama. 

KBRI Tokyo dalam akun twitternya pada 13 Februari 2020 mengunggah gambar sejumlah WNI yang tengah menyortir kiriman tersebut, antara lain mie instan, kecap, saos sambal, jamu, dan minuman kemasan.

Hanya berselang sehari, salah satu produsen jamu yang produknya ikut dibagikan kepada WNI di kapal tersebut mengunggah ucapan terima kasihnya.

“Tolak Angin mengucapkan terima kasih telah dipercaya oleh @KBRITokyo sebagai pilihan untuk menjaga penumpang dan awak kapal Diamond Princess agar tetap sehat”

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top