Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pria Beruban dan Botak di Bawah Usia 40 Tahun, Bisa Jadi Gejala Sakit Jantung

Sebanyak 545 pria dewasa beruban yang sebelumnya diketahui tanpa penyakit jantung diketahui diteliti ternyata memiliki CT angiogram arteri jantung mereka, cara yang sangat akurat untuk mengidentifikasi masalah silent killer itu.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 20 Juni 2020  |  11:25 WIB
Ilustrasi jantung
Ilustrasi jantung

Bisnis.com, JAKARTA - Sebuah studi baru yang dipresentasikan di Eropa di EuroPrevent 2017 menemukan bahwa rambut beruban merupakan tanda faktor risiko serangan jantung.

Sebanyak 545 pria dewasa beruban yang sebelumnya diketahui tanpa penyakit jantung diketahui diteliti ternyata memiliki CT angiogram arteri jantung mereka, cara yang sangat akurat untuk mengidentifikasi masalah silent killer itu. Demikian dikutip dari Express.co.uk.

Ditemukan bahwa rambut beruban, berkorelasi dengan adanya penyumbatan jantung.

Para peneliti berkomentar bahwa "aterosklerosis dan rambut beruban terjadi melalui jalur biologis yang sama."

Studi lain tentang tanda-tanda serangan jantung yang ditemukan di rambut dilakukan oleh European Society of Cardiology dan menemukan faktor risiko mengejutkan lain yang terkait dengan penyakit jantung.

Menurut penelitian, kebotakan pria dan uban dini lebih merupakan faktor risiko penyakit jantung daripada obesitas pada pria di bawah 40 tahun.

Para peneliti mengamati 790 pria di bawah usia 40 tahun yang menderita penyakit arteri koroner dan 1.270 pria sehat pada usia yang sama, yang ditempatkan dalam kelompok kontrol.

Sejarah klinis diambil dari semua peserta, yang kemudian ditandai pada tingkat kebotakan laki-laki mereka - tipe umum dari kerontokan rambut yang berkembang pada kebanyakan pria pada beberapa tahap kehidupan mereka.

Para peneliti menghubungkan temuan dengan keparahan gejala penyakit jantung. Ditemukan bahwa laki-laki dengan kondisi jantung bermasalah lebih cenderung beruban sebelum waktunya dengan 50 persen dibandingkan dengan 30 persen dari kelompok sehat yang lebih dari lima kali risiko kelompok kontrol.

Kelompok kondisi jantung juga lebih cenderung mengalami kebotakan pria dengan 49 persen dibandingkan 27 persen pada kelompok sehat dan 5,6 kali berisiko lebih besar. Yang mengejutkan, hasil penelitian itu mengungkapkan bahwa obesitas dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit hanya empat kali lipat.

Dr Karmal Sharma mengatakan penelitian ini dirancang untuk mencari kebotakan pada pasien yang mengalami penyakit jantung dan menilai keparahan kebotakan mereka, rambut yang mulai memutih, dan rambut yang semakin tipis, dan mengkaitkannya dengan tingkat keparahan dan kompleksitas penyakit jantung.

Karena itu, dapat disimpulkan bahwa kebotakan awal dari penyakit jantung.

"Kebotakan dan penuaan dini harus dipertimbangkan sebagai faktor risiko penyakit arteri koroner dan faktor-faktor ini mungkin menunjukkan usia biologis daripada kronologis yang mungkin penting dalam menentukan risiko kardiovaskular total." Jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jantung botak
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top