Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lansia Kelompok Usia Paling Optimis

Para ahli percaya bahwa orang tua, yang menghargai keseimbangan dan kepuasan dalam hidup mereka, cenderung lebih fokus pada hal-hal yang lebih bahagia.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 31 Agustus 2020  |  19:45 WIB
Ilustrasi - Futuretimeline.net
Ilustrasi - Futuretimeline.net

Bisnis.com, JAKARTA - Para peneliti menilai orang-orang yang sudah lanjut usia lebih optimis daripada kelompok usia lainnya.

Melansir Ekspress UK, Senin (31/8/2020), para peneliti yang menganalisis survei jajak pendapat yang melibatkan lebih dari 30.000 orang di Amerika Serikat dan Belanda, menemukan orang-orang di usia paruh baya cenderung setuju dengan pernyataan seperti 'Saya mengharapkan lebih banyak hal baik terjadi'.

Para ahli percaya bahwa orang tua, yang menghargai keseimbangan dan kepuasan dalam hidup mereka, cenderung lebih fokus pada hal-hal yang lebih bahagia.

Tahun-tahun awal pernikahan bisa membantu perasaan positif tentang masa depan, kecuali untuk orang Jerman.

Profesor William Chopik, salah satu penulis studi dari Michigan State University, mengatakan sebagian alasan para lansia lebih mungkin karena ketika dewasa, mereka menjadi lebih kompeten dalam apa yang mereka lakukan.

Sukses datang sedikit lebih mudah bagi mereka karena menguasai berbagai bagian kehidupan, sehingga mereka mulai menjadi lebih optimis saat mencapai usia paruh baya.

“Selain itu, orang paruh baya mungkin mulai kurang fokus untuk maju dalam hidup dan malah memperhatikan hal-hal yang membuat mereka bahagia," ujarnya.

Namun, di Amerika dan Belanda, optimisme mulai menurun setelah 60 tahun. Profesor Chopik menambahkan ini mungkin terkait dengan kesehatan dan pandangan umum orang tentang bertambahnya usia.

Rilis penelitian tersebut bertepatan dengan berita bahwa diabetes di usia paruh baya dapat membantu menangkal penyakit Alzheimer. Tahun demi tahun, angka terus meningkat. Pada hitungan terakhir, satu dari sepuluh warga Inggris berusia di atas 40 tahun hidup dengan diagnosis.

Kondisi ini sekarang menyumbang sepuluh persen dari anggaran tahunan Layanan Kesehatan Nasional. Para ilmuwan sekarang percaya bahwa serentetan masalah mematikan yang menyebabkan diabetes tipe 2, yang disebabkan oleh terlalu banyak lemak tubuh, juga dapat menyebabkan penyakit Alzheimer.

Begitu kuatnya hubungan antara kedua penyakit tersebut sehingga beberapa orang menggambarkan penyakit otak yang tidak dapat disembuhkan sebagai 'diabetes tipe 3'.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rusia lansia
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top