Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Hasil Uji Klinis Kandidat Vaksin Corona Sinopharm Menjanjikan

Uji coba acak, tersamar ganda, terkontrol plasebo menunjukkan bahwa vaksin SARS-CoV-2 yang tidak aktif, BBIBP-CorV, aman dan dapat ditoleransi dengan baik di antara orang sehat pada semua dosis yang diuji di dua kelompok usia
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 19 Oktober 2020  |  12:23 WIB
Hasil Uji Klinis Kandidat Vaksin Corona Sinopharm Menjanjikan
Uji kandidat vaksin Covid-19. - Jhonson & Jhonson
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Para peneliti di China telah melakukan uji coba fase 1/2 yang menunjukkan keamanan, tolerabilitas, dan imunogenisitas dari kandidat vaksin untuk SARS-CoV-2, yang menyebabkan penyakit pandemi Covid-19.

Uji coba acak, tersamar ganda, terkontrol plasebo menunjukkan bahwa vaksin SARS-CoV-2 yang tidak aktif, BBIBP-CorV, aman dan dapat ditoleransi dengan baik di antara orang sehat pada semua dosis yang diuji di dua kelompok usia (18 hingga 59 tahun dan 60 tahun atau lebih).

Seperti yang dilaporkan dalam The Lancet Infectious Diseases, respon imun humoral yang kuat diamati pada semua penerima vaksin. Uji coba yang dilakukan oleh Xiaoming Yang dai Beijing Institute of Biological Products dan berbagai institusi lain di China.

Dilansir dari Medical News Net, Senin (19/10) Yang dan rekannya melaporkan bahwa hanya reaksi merugikan ringan yang diamati, tanpa adanya reaksi merugikan yang parah dilaporkan di kedua kelompok usia.

“Ini adalah laporan pertama dari vaksin SARS-CoV-2 yang tidak aktif yang diuji pada peserta manusia. Ada potensi penyelidikan lebih lanjut dari vaksin yang tidak aktif ini untuk pengendalian dan pencegahan Covid-19,” kata para peneliti.

Menguji calon vaksin SARS-CoV-2 yang dilemahkan, BBIBP-CorV. 

Tim telah melakukan uji coba fase 1/2 untuk peningkatan dosis, uji coba acak, tersamar ganda, dan plasebo terkontrol untuk menilai keamanan dan imunogenisitas kandidat vaksin SARS-CoV-2 yang tidak aktif ini pada manusia.

Untuk fase 1 uji coba, 192 peserta dipisah menjadi dua kelompok usia (18 hingga 59 tahun dan 60 tahun atau lebih) sebelum secara acak ditugaskan untuk menerima vaksin BBIBP-CorV atau plasebo dalam dua dosis pada waktu tertentu.

Untuk fase 2, peserta berusia 18 hingga 59 tahun secara acak ditugaskan untuk menerima injeksi intramuskular vaksin atau plasebo pada jadwal dosis tunggal dengan waktu tertentu yang telah ditentukan.

Tim melaporkan bahwa vaksin BBIBP-CorV, yang diberikan sebagai imunisasi dua dosis, aman dan dapat ditoleransi dengan baik pada ketiga dosis di kedua kelompok umur. Respon imun humoral yang kuat diamati di antara semua penerima vaksin.

Temuan fase 1 dan fase 2

Selama fase 1, setidaknya satu reaksi merugikan terjadi dalam 7 hari pertama di antara 42 dari 144 orang yang menerima vaksin. Reaksi sistemik merugikan yang paling umum adalah demam.

Semua efek samping yang timbul dilaporkan hanya sebagai dampak ringan atau sedang, tanpa efek samping serius yang dilaporkan dalam 28 hari setelah vaksinasi dilakukan.

Selain itu, para ilmuwan melaporkan pada kedua kelompok usia yang diuji, titer antibodi penetral lebih tinggi pada hari ke-42 di antara penerima vaksin dibandingkan di antara penerima plasebo.

Adapun, selama fase 2, setidaknya satu reaksi merugikan terjadi dalam 7 hari pertama di antara 76 dari 336 orang yang menerima vaksin. Namun demikian, semua reaksi merugikan dilaporkan termasuk kategori ringan dan sedang serta para peserta juga telah pulih.

Reaksi sistemik yang paling umum adalah demam. Dalam uji coba fase 2, Titer antibodi penetral yang diperoleh dari vaksin pada hari ke-28 secara signifikan lebih besar di antara mereka yang menerima lebih banyak suntikan daripada mereka yang lebih sedikit, dengan ukuran 4 (diberikan berkala) banding 1 (diberi satu waktu saat awal pengujian).

Yang dan rekannya mengatakan uji coba telah menunjukkan bahwa vaksin BBIBP-CorV aman, dapat ditoleransi, dan imunogenik di antara orang dewasa yang sehat, baik bagi mereka yang berusia di bawah 60 atau 60 tahun lebih.

“Imunisasi dengan BBIBP-CorV menghasilkan induksi cepat tanggapan kekebalan terhadap SARS-CoV-2, dan akan bermanfaat dalam mencegah atau membatasi pandemi Covid-19. Studi klinis lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi potensi vaksin ini dalam aplikasi klinis,” tim menyimpulkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Vaksin Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top