Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perempuan Lebih Berisiko Alami Insomnia, Ini 3 Penyebabnya

Tidak peduli seberapa lelahnya mereka, menutup mata tampaknya tidak mungkin, dan jika mereka adalah wanita, insomnia bahkan lebih sering terjadi. Studi menunjukkan bahwa dibandingkan dengan pria, perempuan lebih rentan menderita insomnia, karena beberapa faktor fisiologis dan psikologis.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 14 Februari 2021  |  14:10 WIB
Insomnia - boldsky.com
Insomnia - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA - Tidur nyenyak selama tujuh hingga delapan jam di malam hari bukanlah hal yang mudah bagi semua orang. Beberapa orang mengalami sulit tidur atau yang dikenal dengan insomnia.

Tidak peduli seberapa lelahnya mereka, menutup mata tampaknya tidak mungkin, dan jika mereka adalah wanita, insomnia bahkan lebih sering terjadi. Studi menunjukkan bahwa dibandingkan dengan pria, perempuan lebih rentan menderita insomnia, karena beberapa faktor fisiologis dan psikologis.

Insomnia disebut sebagai gangguan tidur di mana orang sering mengalami kesulitan untuk jatuh dan atau tertidur. Kondisi tersebut dapat bersifat jangka pendek atau jangka panjang, sehingga mengganggu aktivitas Anda sehari-hari.

Berikut 3 alasan mengapa perempuan lebih rentan mengalami insomnia dan cara mengatasinya dilansir dari Times of India :

1. Hormon

Ada hubungan yang kuat antara hormon dan siklus tidur Anda. Berdasarkan sebuah penelitian, tidak ada perbedaan dalam siklus tidur antara kedua jenis kelamin tersebut hingga mereka mencapai masa pubertas.

Perubahan pola tidur dimulai saat anak perempuan mulai menstruasi. Siklus tidur mereka menjadi lebih baik atau lebih buruk tergantung pada siklus bulanan mereka karena fluktuasi hormon. Kehamilan dan menopause, yang menyebabkan perubahan hormonal yang besar, juga dapat merusak jadwal dan tidur yang teratur.

2. Gangguan mood

Alasan kedua adalah perubahan suasana hati yang drastis seperti kecemasan dan depresi. Kita semua tahu bahwa wanita lebih cenderung menjadi emosional dan mengalami perubahan suasana hati yang drastis, terutama menjelang menstruasi. Ini juga bisa membuat mereka lebih rentan terhadap masalah tidur. Itu karena banyak bahan kimia di otak yang bertanggung jawab atas gangguan mood juga terlibat dalam pengaturan tidur kita.

3. Memaksakan kehidupan pribadi dan profesional

?Satu hal yang kita semua akan terima adalah bahwa wanita lebih sering menjadi pengasuh utama bagi anak-anak dan orang dewasa yang lebih tua. Mereka memiliki tugas untuk mengatur rumah dan bahkan pekerjaan mereka. Semua aktivitas ini menambah tingkat stres mereka dan mengganggu siklus tidur.

Sangat penting untuk mengatasi masalah insomnia sebelum mulai mengganggu kehidupan sehari-hari Anda. Ada banyak cara untuk mengatasi masalah ini, tetapi pertama-tama, penting untuk mencari penyebab yang mendasari dan meninjau kebiasaan tidur Anda.

Kebanyakan orang mengalami insomnia pada suatu waktu dalam hidup mereka. Biasanya berlangsung selama satu atau dua hari. Kondisi ini dianggap kronis ketika episode insomnia terjadi tiga malam dalam seminggu selama tiga bulan atau lebih. Penting untuk mencari bantuan profesional dalam situasi seperti itu. Berdasarkan temuan, Anda dapat memilih langkah-langkah berikut:

Pertahankan jadwal tidur yang konsisten bahkan di akhir pekan atau hari libur.

Batasi asupan alkohol dan kafein menjelang waktu tidur.

Hindari waktu layar satu jam atau lebih sebelum tidur.

Hindari makan berat saat larut malam.

Lakukan beberapa teknik relaksasi untuk melepas lelah.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tidur insomnia
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top